Istilah Saham

Pengertian PER: Berikut Penjelasan Yang Paling Mudah Dan Simple

Pengertian PER: Berikut Penjelasan Yang Paling Mudah Dan Simple
Pengertian PER: Berikut Penjelasan Yang Paling Mudah Dan Simple (ilustrasi:istimewa)

VINANSIA.COM - Dalam investasi saham, Price Earnings Ratio (PER) adalah cara gampang buat ngecek seberapa mahal atau murah harga suatu saham. Ini ngitung berapa kali kita bayar laba per saham (Earnings Per Share, EPS) buat beli satu lembar saham dari suatu perusahaan.

Apa Itu Price Earnings Ratio (PER)?

PER tuh sederhana banget rumusnya: Harga Saham / Laba Per Saham (EPS).

Kenapa Price Earnings Ratio (PER) Penting?

Nunjukin Valuasi Saham: PER kasih kita gambaran, apakah saham itu lagi dihargai wajar, terlalu mahal, atau malah murah banget.

Bandingin dengan Saham Lain: Kita bisa bandingin PER saham sama perusahaan sejenis atau saham lain di pasar.

Contoh Sederhana Penghitungan Price Earnings Ratio (PER)

Misalnya, ada saham dengan harga Rp. 1.000 per lembar, dan laba per saham (EPS) nya Rp. 100. Jadi, PER saham ini:

PER = 1.000 / 100 = 10

Artinya, kita bayar 10 kali lipat dari laba per saham buat beli satu lembar saham tersebut.

Cara Pake Price Earnings Ratio (PER)

PER Tinggi: Kalo PER nya tinggi, pasar yakin banget sama pertumbuhan atau kinerja perusahaan. Tapi bisa juga berarti saham lagi dihargai mahal.

PER Rendah: Kalo PER nya rendah, bisa jadi saham itu dihargai lebih murah dibandingkan dengan laba yang dihasilkan. Ini bisa jadi peluang buat beli saham dengan valuasi yang lebih terjangkau.

Kelebihan Price Earnings Ratio (PER)

  • Sederhana: Rumusnya simpel dan gampang dimengerti.
  • Buat Ngebandingin: Kita bisa langsung bandingin valuasi saham dari berbagai perusahaan dengan PER.
  • Kasih Tanda Valuasi Saham: Langsung tunjukin kita, saham ini lagi dihargai murah atau mahal.

Kekurangan Price Earnings Ratio (PER)

  • Bergantung pada EPS: Karena PER ini bergantung sama laba per saham (EPS), jadi bisa beda dari tahun ke tahun.
  • Gak Ngebahas Pertumbuhan: PER gak ngitung pertumbuhan atau prospek masa depan perusahaan.
  • Gak Ada Standar Tunggal: Gak ada ukuran pasti buat nentuin kapan suatu PER itu tinggi atau rendah.

Contoh Penerapan Price Earnings Ratio (PER)

Misalnya, kita bandingin dua saham dari industri yang sama:

  • Saham A: Harga Rp. 1.200, EPS Rp. 80, PER = 15
  • Saham B: Harga Rp. 800, EPS Rp. 60, PER = 13.33

Saham A harganya lebih tinggi, tapi PER nya lebih tinggi dari Saham B. Ini bisa aja karena Saham A lagi dihargai lebih mahal, mungkin karena pasar yakin banget sama pertumbuhan perusahaan itu.

Kesimpulan

Price Earnings Ratio (PER) itu berguna banget buat ngukur valuasi saham. Dengan ngerti PER, kita bisa bikin keputusan investasi yang lebih cerdas. Tapi tetep, kita harus liat juga faktor lain kayak pertumbuhan perusahaan dan kondisi industri. Dengan begitu, kita bisa jadi investor yang lebih pinter dan bisa ambil keputusan yang lebih baik.

#saham

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index