VINANSIA.COM — Dinamika pasar modal kembali menarik perhatian setelah munculnya perubahan struktur kepemilikan pada PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI). Perusahaan kini berada di bawah kendali PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM).
Profil WKM (PT Wahana Konstruksi Mandiri)
PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan perdagangan yang berbasis di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Di pasar modal, nama WKM mulai mencuri perhatian setelah resmi menjadi pemegang saham pengendali baru PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) melalui mekanisme akuisisi saham dari pengendali lama di pasar negosiasi.
WKM dipandang sebagai entitas strategis yang disiapkan untuk memperkuat ekspansi di sektor pembangunan infrastruktur wilayah regional.
Sosok Hariono: Sang Eksekutor Strategis
Di balik kemudi WKM, terdapat sosok Hariono, seorang profesional senior yang memiliki reputasi kuat dalam mengelola operasional perusahaan skala besar. Hariono bukan orang baru di dunia korporasi tanah air.
Dia dikenal sebagai sosok yang dipercaya memimpin berbagai emiten penting di bawah naungan Jhonlin Group.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Memiliki spesialisasi dalam manajemen alat berat, efisiensi operasional, dan pengembangan bisnis di sektor agribisnis serta pertambangan.
Profil ASLI (PT Asri Karya Lestari Tbk)
PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) adalah perusahaan kontraktor spesialis yang memiliki fokus utama pada pembangunan jembatan, flyover, dan jalan tol. Perusahaan ini memiliki keunggulan kompetitif berupa kepemilikan alat berat khusus seperti launcher gelagar jembatan.
Sejak melantai di bursa (IPO) pada awal 2024, ASLI telah terlibat dalam berbagai proyek strategis nasional (PSN), termasuk beberapa pengerjaan struktur di jalan tol Trans Jawa dan Sumatera, serta mengincar peluang besar di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Siapa Terafiliasi WKM?
Secara administratif, WKM merupakan entitas mandiri, tapi jejak afiliasinya mengarah kuat pada Jhonlin Group, konglomerasi raksasa milik Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad).
Beberapa indikasi kuat yang tertangkap oleh pasar antara lain:
- Domisili: WKM berkedudukan di markas besar Jhonlin Group di Batulicin, Kalimantan Selatan.
- Manajemen: Penunjukan Hariono sebagai tokoh sentral di WKM menjadi indikasi adanya keselarasan visi dengan grup besar tersebut.
- Ekosistem Bisnis: WKM bertindak sebagai penghubung antara kebutuhan infrastruktur grup Jhonlin (tambang, sawit, pelabuhan) dengan keahlian teknis yang dimiliki oleh ASLI.
Mengapa ASLI Diakuisisi?
Akuisisi ASLI oleh pihak yang terafiliasi dengan Jhonlin Group dinilai sebagai langkah Integrasi Vertikal yang sangat taktis karena beberapa alasan utama:
- Penguasaan Rantai Pasok: Grup Jhonlin yang memiliki bisnis tambang dan sawit membutuhkan infrastruktur jalan dan jembatan yang masif. Memiliki "kontraktor internal" seperti ASLI membuat pengerjaan proyek menjadi lebih efisien secara biaya dan waktu.
- Kendaraan Menuju IKN: Lokasi strategis Jhonlin di Kalimantan dikombinasikan dengan sertifikasi perusahaan publik (Tbk) milik ASLI memberikan posisi tawar yang sangat tinggi untuk memenangkan tender-tender besar di pembangunan IKN.
- Formalisasi Bisnis: Status ASLI sebagai perusahaan terbuka memudahkan grup untuk melakukan penggalangan dana di pasar modal guna mendanai proyek-proyek infrastruktur masa depan tanpa bergantung sepenuhnya pada kas internal induk usaha.