Robert Kiyosaki Beberkan Alasan Mengapa Generasi Muda Sekarang Pintar tapi Tidak Berdaya Secara Keuangan

Selasa, 28 Mei 2024 | 11:51:37 WIB
Robert Kiyosaki Beberkan Alasan Mengapa Generasi Muda Sekarang Pintar tapi Sebetulnya Tidak Berdaya. Ilustrasi. (unsplash/Mufid Majnun)

VINANSIA.COM – Saat ini, keluhan terbesar tentang generasi milenial adalah mereka tahu semua jawaban, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa. Sistem pendidikan telah diambil alih oleh orang kaya bertahun-tahun yang lalu agar tidak pernah mengajarkan apa yang sebenarnya perlu diketahui.

Mereka tidak akan mengajarkan hal ini di sekolah, dan ada alasan kuat untuk itu: agar kita terus bekerja lebih keras dan lebih keras lagi.

Fokus pada Aset, Bukan Kewajiban
Sebagian besar milenial menginginkan pekerjaan dengan gaji tinggi, mampu membayar sewa, makan dengan baik, dan memimpikan rumah besar serta mobil mewah. Namun, menurut pemikiran Robert Kiyosaki, itulah mengapa 99% orang Amerika tetap miskin, karena mereka memusatkan perhatian pada hal yang salah.

Ketika Robert Kiyosaki dan Kim bertemu, mereka tidak punya apa-apa. Butuh waktu 10 tahun untuk beralih dari tidak memiliki apa-apa hingga bebas finansial. Itulah kekuatan dari fokus pada aset dibandingkan kewajiban.

Kebanyakan orang sibuk bekerja untuk uang, membayar tagihan, dan membeli kewajiban yang mereka anggap sebagai aset. Hadiah pertama Robert Kiyosaki untuk Kim adalah permainan menghitung untuk membuatnya berpikir ke arah yang benar. Hari ini, mereka bebas finansial. Semua orang bisa melakukannya, hanya masalah menempatkan pikiran ke dalam kolom yang tepat.

Mata Uang dan Aset Palsu
Pada tahun 1973, Robert Kiyosaki mengambil kursus investasi real estat pertama. Menurut Robert Kiyosaki, mata uang yang kita gunakan seperti dolar, yen, peso, euro, yuan semuanya adalah uang fiat, yang artinya palsu. Semua orang bekerja keras untuk itu, seperti makan makanan palsu yang membuat kita sakit secara finansial.

Ada juga aset palsu yang merupakan bagian dari seri generasi palsu. Jika kita lihat apa yang terjadi dengan bank sentral palsu, tujuannya adalah untuk melindungi bank, bukan kita. Mereka adalah operasi kriminal menurut Robert Kiyosaki.

Di sekolah, mereka mengkompensasi risiko dengan menyuruh kita menghafal jawaban yang benar. Jadi, para pemuda keluar dari sekolah berpikir, "Oh, jika saya tahu jawaban yang benar, maka tidak ada risiko." Ini membuat orang tua seperti Robert Kiyosaki gila, karena semua orang membicarakan tentang apa yang salah dengan milenial.

Menghadapi Risiko untuk Sukses
Milenial adalah generasi yang paling terdidik dalam sejarah. Mereka memiliki ponsel dan mendapatkan pendidikan dari media sosial. Mereka tahu semua jawaban tetapi takut untuk melakukan apapun. Ketakutan akan melukai perasaan seseorang atau membuat kesalahan membuat mereka terperangkap dalam kotak kecil.

Ini adalah salah satu alasan mengapa memahami uang milenial begitu penting. Jika Anda ingin masuk ke dunia Robert Kiyosaki, dunia orang tua, atau zaman informasi, Anda harus benar-benar memahami apa yang berisiko dan apa yang tidak.

Mengambil Risiko untuk Menjadi Lebih Pintar
Jika Anda bermain aman, itu membuat Anda bodoh karena jika Anda tidak mengambil risiko, Anda tidak akan menjadi lebih pintar. Salah satu hal terbaik yang Robert Kiyosaki miliki adalah pendidikan di sekolah militer dan sekolah penerbangan dengan guru yang hebat. Semua instruktur penerbangan Robert Kiyosaki bisa terbang, konsep yang cukup novel, bukan?

Di sekolah menengah, sebagian besar guru Robert Kiyosaki ketakutan. Mereka semua mencari keamanan kerja, menghindari kesalahan, dan hanya menghafal jawaban yang benar untuk merasa aman. Itulah mengapa kebanyakan guru sekolah tidak kaya, karena untuk sukses, Anda harus mengambil beberapa risiko.

Apa yang Dicari Bank dari Anda?
Ketika Anda melihat laporan keuangan, itulah yang ingin dilihat oleh bank Anda. Bank tidak peduli dengan nilai Anda, tidak peduli sekolah mana yang Anda masuki. Banyak orang mengeluh bahwa bank tidak memberi mereka uang karena mereka tidak memiliki laporan keuangan yang solid.

Begitu juga dengan sebagian besar politisi hari ini. Pemerintah AS tidak lagi mengurus laporan keuangan yang seimbang, sehingga mereka tidak dapat berbuat banyak.

Pendidikan yang Tidak Akan Diajarkan di Sekolah
Pada tahun 1996, Robert Kiyosaki menciptakan permainan papan Cashflow untuk mengajarkan hal-hal yang tidak akan diajarkan oleh sistem sekolah. Bukti menunjukkan bahwa sistem pendidikan telah dibajak oleh orang-orang kaya bertahun-tahun yang lalu untuk tidak mengajarkan apa yang diketahui oleh orang kaya. Mengandalkan pemerintah untuk merawat Anda adalah gila.

Contoh dari McDonald's
Dalam buku Robert Kiyosaki, "Rich Dad Poor Dad," dia menulis tentang Ray Kroc, pendiri McDonald's, yang mengajarkan di program MBA Universitas Texas. Ray bertanya, "Dalam bisnis apa McDonald's beroperasi?" Semua orang menjawab "hamburger." Tetapi Ray menjelaskan bahwa McDonald's sebenarnya dalam bisnis real estat.

Uang yang dihasilkan McDonald's digunakan untuk membeli real estat. Itulah formula yang Robert Kiyosaki ikuti: perusahaan pendidikan yang menghasilkan uang digunakan untuk membeli real estat, yang berarti mereka menghasilkan banyak uang dan membayar nol pajak secara legal. Hal ini tidak akan pernah diajarkan di sekolah.

Intinya, memahami perbedaan antara aset dan kewajiban, mengambil risiko yang tepat, dan menggunakan uang untuk menciptakan lebih banyak nilai adalah kunci menuju kebebasan finansial.

Milenial memiliki semua pengetahuan di ujung jari mereka, tetapi keberanian untuk bertindak adalah yang membuat perbedaan. Jangan terjebak dalam keamanan yang palsu, ambillah risiko dan ciptakan masa depan lebih baik.

Tags

Terkini