Grup Media Tempo vs Grup Mahaka Media, Mana yang Lebih Rugi dan Untung?

Grup Media Tempo vs Grup Mahaka Media, Mana yang Lebih Rugi dan Untung?
Grup Media Tempo vs Grup Mahaka Media, Mana yang Lebih Rugi dan Untung pada 2023?. Ilustrasi. (unsplash)

VINANSIA.COM – Saat membahas perusahaan media, tidak bisa dilepaskan dari perbincangan mengenai performa keuangannya. Dua pemain utama dalam industri ini yang telah melantai di bursa, yaitu Grup Mahaka Media (ABBA) dan PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO), memiliki cerita yang menarik di balik laporan keuangannya pada tahun 2022 dan 2023. Mari kita bandingkan keduanya!

Nah, kali ini kita akan mengupas tuntas performa keuangan dua raksasa media tanah air: Grup Mahaka Media (ABBA) dan PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO).

Mahaka Media (ABBA)

Grup Mahaka Media, dengan nama kode ABBA, telah melalui berbagai tantangan di tahun 2023. Dari segi modal, terjadi peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Modal atau ekuitas pada tahun 2023 mencapai Rp 105.792.095.747, meningkat drastis dari Rp 29.418.342.100 pada tahun 2022.

Namun, kenaikan ini juga diikuti oleh peningkatan utang. Utang jangka pendek pada tahun 2023 mencapai Rp 228.553.719.241, naik dari Rp 172.705.554.621 pada tahun sebelumnya. Begitu juga dengan utang jangka panjang yang turun dari Rp 186.760.636.669 menjadi Rp 148.374.862.366.

Meskipun pendapatan bersih meningkat menjadi Rp 200.775.734.875 dari Rp 170.217.448.535, beban pokok pendapatan juga meningkat drastis menjadi Rp 141.571.457.934 dari Rp 98.347.371.220.

Ditambah beban keuangan, beban penjualan dan beban-beban lainnya, total kerugian ABBA atau Mahaka Media pada tahun 2023 sebelum pajak penghasilan adalah sebesar Rp 45,7 miliar, lebih tinggi dari tahun 2022 yang mencapai Rp 27,4 miliar.

Sementara jika dilihat dari aspek total laba (rugi) komprehensif pada tahun 2023 adalah minus Rp 135.160.437.843, yang merupakan penurunan dari minus Rp 312.703.820.700 pada tahun sebelumnya.

PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)

Sementara itu, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) dari Grup Media Tempo menunjukkan konsistensi dalam kinerjanya di tahun 2023.

Meskipun mengalami kenaikan utang, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dari Rp 118.880.311.000 menjadi Rp 144.452.833.000 (jangka pendek) dan dari Rp 70.545.081.000 menjadi Rp 67.180.891.000 (jangka panjang), perusahaan ini berhasil mempertahankan kinerja pendapatannya.

Pendapatan pada tahun 2023 mencapai Rp 216.764.616.000, naik dari Rp 211.097.821.000 pada tahun sebelumnya. Meskipun beban pokok pendapatan juga naik menjadi Rp 132.011.868.000 dari Rp 134.068.979.000, laba bruto berhasil meningkat menjadi Rp 84.752.748.000 dari Rp 77.028.843.000.

Meskipun mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar minus Rp 878.239.000, ini merupakan penurunan dari rugi tahun sebelumnya yang mencapai minus Rp 4.925.299.000.

Laba TMPO selama 2023 adalah Rp 1.512.446.000, sedikit lebih tinggi dari laba pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1.171.867.000.

Perbandingan Performa Keuangan ABBA vs TMPO

1. Modal (Ekuitas):

  • ABBA (2022): Rp 29.418.342.100
  • ABBA (2023): Rp 105.792.095.747
  • TMPO (2022): Rp 190.731.537.000
  • TMPO (2023): Rp 209.573.220.000

ABBA mengalami lonjakan yang signifikan dalam modalnya pada tahun 2023, namun jumlahnya masih kalah jauh dari modal TMPO yang mencapai dua kali lipatnya.

2. Utang:

  • ABBA (2022): Rp 359.466.191.290
  • ABBA (2023): Rp 376.928.581.607
  • TMPO (2022): Rp 189.425.392.000
  • TMPO (2023): Rp 211.633.724.000

Meskipun TMPO memiliki total utang yang cukup besar, ABBA justru memiliki utang yang lebih tinggi, terutama dalam kategori utang jangka pendek.

3. Pendapatan Bersih:

  • ABBA (2022): Rp 170.217.448.535
  • ABBA (2023): Rp 200.775.734.875
  • TMPO (2022): Rp 211.097.821.000
  • TMPO (2023): Rp 216.764.616.000

TMPO berhasil memimpin dalam hal pendapatan bersih pada tahun 2023, meskipun selisihnya tidak terlalu besar.

4. Laba Sebelum Pajak Penghasilan:

  • ABBA (2022): Minus Rp 27,4 miliar
  • ABBA (2023): Minus Rp 45,7 miliar
  • TMPO (2022): Minus Rp 4.925.299.000
  • TMPO (2023): Minus Rp 878.239.000

5. Laba Komprehensif:

  • ABBA (2022): Minus Rp 312.703.820.700
  • ABBA (2023): Minus Rp 135.160.437.843
  • TMPO (2022): Rp 1.171.867.000
  • TMPO (2023): Rp 1.512.446.000

Meskipun TMPO mengalami kerugian sebelum pajak, laba komprehensifnya tetap positif, sementara ABBA masih mengalami kerugian yang cukup besar.

Kesimpulan

Dalam perbandingan ini, meskipun TMPO memiliki laba komprehensif yang positif dan utang yang lebih rendah, ABBA masih harus bekerja keras untuk memperbaiki performa keuangannya. Selain itu, ABBA juga memiliki potensi untuk memperbesar modalnya dengan cara yang lebih efektif.

Jadi, dari perbandingan di atas, siapakah menurutmu yang lebih unggul dalam industri media? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index