Inilah Strategi Ekspor Indonesia di Era Prabowo, Diversifikasi Pasar untuk Ketahanan Ekonomi

Inilah Strategi Ekspor Indonesia di Era Prabowo, Diversifikasi Pasar untuk Ketahanan Ekonomi
Inilah Strategi Ekspor Indonesia di Era Prabowo, Diversifikasi Pasar untuk Ketahanan Ekonomi. (ilustrasi: pixabay)

VINANSIA.COM – Selama bertahun-tahun, ekspor Indonesia bertumpu pada pasar besar seperti China, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Pasar ini memang luas dan menjanjikan, tetapi semakin padat dan rentan terhadap tekanan geopolitik.

Ketergantungan yang terlalu besar pada segelintir mitra dagang membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi global.

Di era Presiden Prabowo, strategi ekspor mulai bergeser. Bukan berarti meninggalkan pasar lama, melainkan menambah tujuan baru agar risiko tidak terkonsentrasi. Pendekatan ini dikenal sebagai diversifikasi pasar ekspor: memperluas jangkauan ke wilayah yang sebelumnya bukan prioritas utama.

FTA dengan Eurasian Economic Union

Langkah terbaru adalah penandatanganan Free Trade Agreement (FTA) dengan Eurasian Economic Union (EAEU), yang mencakup Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kyrgyzstan.

- Total pasar: sekitar 180 juta orang.
- Isi kesepakatan: 90,5% pos tarif EAEU memberi preferensi bagi produk Indonesia, hasil negosiasi selama dua tahun.
- Produk unggulan: sawit, tekstil, alas kaki, perikanan, karet, furnitur, dan elektronik.

Kesepakatan ini membuka peluang baru bagi Indonesia untuk menembus pasar yang relatif besar namun selama ini bukan tujuan utama ekspor.

Paralel dengan IEU-CEPA

Langkah ke EAEU tidak berdiri sendiri. Indonesia juga mendorong penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

- Potensi pasar: sekitar 450 juta konsumen.
- Tujuan: memperkuat akses ke Uni Eropa dengan skema perdagangan yang lebih adil dan terbuka.

Perjanjian Dagang = Membuka Pintu
Perjanjian dagang bukan jaminan ekspor otomatis naik. Ia hanya membuka pintu. Namun, semakin banyak pintu yang tersedia, semakin kuat pula ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dunia yang makin protektif dan penuh hambatan perdagangan.

Arah kebijakan ekspor Indonesia di era Prabowo mulai jelas:

  1. Tidak lagi bertumpu pada pasar lama semata.
  2. Menyebar peluang ke pasar baru untuk mengurangi risiko.
  3. Memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global melalui diversifikasi.

Dengan strategi ini, Indonesia berupaya membangun fondasi ekspor yang lebih tahan guncangan, sekaligus memperluas jejaknya di pasar internasional.

#bisnis

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index