VINANSIA.COM -- Di dunia investasi, keputusan cerdas dan kesabaran adalah kunci untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Salah satu investor yang berhasil membuktikan hal ini adalah Lo Kheng Hong, seorang investor saham yang berpengalaman, yang memanfaatkan peluang di sektor batubara dengan kebijaksanaan dan keberanian.
Pada tahun 2016, Lo Kheng Hong telah memegang peran sebagai pemegang saham terbesar keempat di Indika Energy, perusahaan tambang batubara terbesar nomor tiga di Indonesia.
"Saya memang banyak investasi di Batubara. Bukan hanya sekarang, 2016 saya pun pernah menjadi pemegang saham terbesar nomor 4 di Indika Energy, tambang batubara terbesar nomor 3 di Indonesia," kata Lo Kheng Hong, dikutip dari kanal Youtube Hermanto Tanoko.
Saat harga sahamnya merosot menjadi sekitar 110 rupiah, jauh di bawah nilai bukunya sebesar 1600 rupiah, Lo Kheng Hong melihat kesempatan emas. Melihat potensi yang tersembunyi, dia memutuskan untuk membeli lebih banyak saham, mengingatkan akan nilai intrinsik perusahaan yang masih kuat.
"Jadi ketika harga sahamnya jatuh ke seratusan, 110, saya membeli ketika harganya 110, itu nilai buku per sahamnya Rp 1.600, jadi ini juga Mercy harga bajaj."
Keputusan itu ternyata menjadi langkah yang cerdas. Dua tahun berlalu, dan harga batubara yang pada awalnya sekitar 50 dolar per ton melonjak hingga mencapai 100 dolar per ton.