Bagaimana Private Equity Mendapat Keuntungan?
Private Equity menjadi bentuk alternatif dalam pembiayaan yang digelontorkan secara private dan jauh dari pasar publik. Dengan cara ini, dana yang ada dan investor bisa langsung berinvestasi di perusahaan atau terlibat dalam pembelian sebuah perusahaan.
Perusahaan ekuitas swasta menghasilkan uang dengan mengenakan biaya manajemen dan kinerja dari investor dalam sebuah pendanaan.
Selain itu, perusahaan Equity Private berinvestasi dalam sebuah bisnis yang tujuannya adalah untuk meningkatkan nilainya dari waktu ke waktu sebelum akhirnya menjual perusahaan demi memperoleh keuntungan. Jadi, salah satu cara Private Equity memperoleh keuntungan yakni dengan menjual perusahaan yang berhasil dikelolanya dan punya nilai yang besar dari sebelumnya.
Equity Private, sebagaimana Venture Capital, menggunakan modal yang diperoleh dari mitra terbatas untuk berinvestasi pada perusahaan swasta yang memiliki progres menjanjikan.
Private Equity biasanya membeli saham mayoritas dengan nilai kepemilikan 50 persen atau lebih ketika berinvestasi di sebuah perusahaan (biasanya memiliki kepemilikan mayoritas di beberapa perusahaan sekaligus).
Berbagai perusahaan tersebut dapat disebut sebagai portofolio investasinya. Investor yang bekerja untuk sebuah Equity Private menjadi investor Private Equity.
Pada 2017, ada 3.953 investor Private Equity aktif. Jumlah ini meningkat 51% dari tahun 2007. Artinya, menanam modal di perusahaan Private Equity adalah sebuah tren dunia investasi yang semakin berkembang.
Sumber Dana Investasi Private Equity
Dana Investasi yang dimiliki Private Equity bersumber dari investor institusional dan investor terakreditasi, yang dapat mengucurkan dana untuk periode waktu yang lama. Dalam banyak kasus, periode kepemilikan yang sangat lama sering kali diperlukan Private Equity.
Tujuannya adalah untuk memastikan perputaran perusahaan yang tertekan atau untuk memungkinkan peristiwa likuiditas seperti penawaran umum perdana (IPO) atau penjualan ke perusahaan publik.
Kelebihan dari Private Equity
Private Equity menawarkan beberapa keuntungan bagi perusahaan dan startup. Ini disukai oleh perusahaan karena memungkinkan mereka mengakses likuiditas sebagai alternatif dari mekanisme keuangan konvensional, seperti pinjaman bank dengan bunga tinggi atau pencatatan di pasar publik.
Private Equity juga terbilang bisa mengucurkan dana terhadap ide keuangan atau perusahaan startup, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Modal Ventura. Dalam kasus perusahaan yang tidak terdaftar, pembiayaan Private Equity bisa membantu perusahaan mencoba strategi pertumbuhan agar menjadi sorotan pasar publik.
Kekurangan Private Equity
Private Equity memiliki beberapa kekurangan. Pertama, sulit untuk melikuidasi kepemilikan di Private Equity karena keberadaannya tidak seperti pasar publik. Buku pesanan siap pakai yang mencocokkan antara pembeli dengan penjual tidak tersedia. Karena itu, perusahaan harus melakukan pencarian pembeli untuk melakukan penjualan perusahaan.
Kedua, harga saham perusahaan dalam Private Equity ditentukan melalui negosiasi antara pembeli dan penjual dan bukan oleh kekuatan pasar, seperti yang umumnya terjadi pada perusahaan terbuka.
Ketiga, hak pemegang saham Private Equity umumnya diputuskan berdasarkan kasus per kasus melalui negosiasi alih-alih kerangka tata kelola yang luas yang biasanya menentukan hak untuk rekan mereka di pasar publik.