Trump, Xi Jinping, dan Arah Angin Baru Bitcoin: Siapa yang Sebenarnya Gerakkan Pasar Kripto?

Trump, Xi Jinping, dan Arah Angin Baru Bitcoin: Siapa yang Sebenarnya Gerakkan Pasar Kripto?
Trump, Xi Jinping, dan Arah Angin Baru Bitcoin: Siapa yang Sebenarnya Gerakkan Pasar Kripto? (ilustrasi: pexels)

VINANSIA.COM – Musim dingin belum turun, tetapi pasar finansial global sudah lebih dulu berubah suhu. Jika cuaca bisa ditebak lewat arah angin, maka Bitcoin adalah penunjuk cuaca dari likuiditas dolar dunia.

Dan di balik perubahan arah ini, ada dua tokoh besar yang diam-diam memainkan perannya: Donald Trump dan Xi Jinping.

Keduanya bukan hanya pemimpin dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Mereka adalah pengendali narasi yang bisa membuat Bitcoin terbang atau terjun dalam hitungan minggu.

Trump, Likuiditas, dan “Janji Manis” yang Menggoyang Pasar

Trump sepanjang 2025 sebenarnya sedang dalam mode “pemuas konstituen”. Setelah drama besar di awal April, ia mengubah pendekatan: bukan menekan pasar, melainkan membanjiri pasar dengan janji likuiditas murah.

  • Ia menekan The Fed agar menurunkan suku bunga.
  • Ia bicara terang-terangan tentang mendorong kembali pasar perumahan.
  • Ia bahkan berulang kali menunda tekanan pada China supaya arus perdagangan tidak terganggu.

Di mata pasar, retorika Trump ini awalnya sangat bullish. Bitcoin sempat rally, ETF Bitcoin kebanjiran dana, dan altcoin ikut menari. Namun seiring waktu, terjadi masalah: kata-kata Trump tidak lagi sekuat data.

Indeks likuiditas dolar justru turun sejak Juli. Likuiditas mengecil, tetapi harga Bitcoin sempat naik karena disokong aliran masuk ETF dan aksi pembelian oleh perusahaan-perusahaan seperti MicroStrategy.

Namun ketika “basis trade” para hedge fund melemah dan mNAV perusahaan penyimpan Bitcoin turun ke diskon, aliran dana yang dulu jadi penyelamat kini berbalik arah. Investor institusi mulai keluar. ETF mencatat arus keluar besar-besaran.

Pasar akhirnya sadar: Trump bicara longgar, tetapi dolar tetap ketat.

Ketika kata-kata tidak sanggup menutupi kenyataan, Bitcoin mulai jatuh.

Xi Jinping: Menunggu Saat Tepat untuk Menekan Tombol Reflasi

Sementara Trump terus menyeberangkan janji, Xi Jinping memilih bermain tenang. Di balik tirai, Beijing sedang bersiap memulai QE versi China.

Tanda pertamanya muncul saat PBOC untuk pertama kalinya sejak Januari membeli obligasi pemerintah dalam jumlah kecil. Itu sinyal halus tapi kuat, bahwa mesin reflasi China akan dijalankan.

Tapi Xi punya satu prinsip yang membuatnya berhati-hati: Ia ingin yuan terlihat kuat di hadapan dolar.

Jika ia menambah suplai uang terlalu cepat, yuan akan melemah dan memberi kesan bahwa China sedang tertekan. Xi tidak mau itu terjadi sebelum AS mengambil langkah lebih dulu.

Karena itu, Xi kemungkinan baru menekan tombol reflasi secara besar-besaran setelah pemerintah AS benar-benar membuka keran likuiditas, bukan hanya berbicara.

Ketika AS mencetak uang lebih cepat, Xi akan merespons dengan pencetakan versi Beijing, dan efeknya bisa menjadi bensin bagi bull run crypto global tahun 2026.

Trump vs Xi: Perebutan Kendali Likuiditas Dunia

Kedua pemimpin ini berada dalam permainan yang sama yaitu mempertahankan kekuatan domestik, menenangkan publik, dan menjaga kontrol ekonomi.

Perbedaannya:

Trump:

  • Punya kebiasaan menggertak dulu, eksekusi belakangan.
  • Tekanan politik dari pemilih membuatnya condong pada “cetak uang kreatif”.
  • Tergantung pasar finansial untuk menjaga dukungan kelas pemilik aset.

Xi Jinping:

  • Lebih kalkulatif dan tidak tergesa.
  • Mengutamakan stabilitas jangka panjang dan image kekuatan ekonomi.
  • Akan menyalakan mesin reflasi pada timing yang paling menguntungkan.

Keduanya berbeda, tetapi satu hal yang sama yaitu mereka paham Bitcoin adalah aset strategis.

China bahkan kesal ketika pemerintah AS menyita Bitcoin milik warga Tiongkok yang dituduh menjalankan “scam farm”. Respons Beijing memperlihatkan satu hal: Xi menganggap Bitcoin berharga dan layak dilindungi, bahkan dimiliki oleh negara.

Ketika dua penguasa terbesar dunia sama-sama menganggap Bitcoin penting, pasar tidak bisa mengabaikannya.

Bitcoin dalam Pusaran Dua Kekuatan

Saat ini Bitcoin turun sekitar 25% dari puncaknya, bukan karena cerita besar berubah, tetapi karena likuiditas jangka pendek mengering.

  • Trump belum mengeksekusi rencana besar pencetakan uangnya.
  • Xi belum menyalakan mesin reflasinya.
  • ETF tidak lagi memasok arus masuk.
  • DAT seperti MicroStrategy tidak bisa membeli agresif.
  • Tanpa dorongan-dorongan itu, harga harus menyesuaikan kembali ke fundamental likuiditas dolar yang menurun.

Jika tekanan terus berlanjut, tidak mustahil Bitcoin turun ke area 80.000-85.000 Dolar AS. Tapi penurunan itu bukan tanda kehancuran, justru tanda persiapan sebelum lonjakan berikutnya.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Ada dua fase besar yang kemungkinan akan terjadi:

1. Fase Tekanan:

  • Likuiditas dolar tetap ketat.
  • Ekuitas bisa koreksi 10–20%.
  • Yield obligasi AS naik ke dekat 5%.
  • Bitcoin bisa terpukul lebih dalam.

Fase ini adalah “uji nyali” bagi politisi. Dan biasanya, tekanan pasar memaksa mereka kembali menyerah pada solusi yang paling mudah: cetak uang.

2. Fase Reflasi: Trump Beraksi, Xi Mengikuti

Ketika sistem keuangan mulai terasa sakit:

  • Trump akan meluncurkan stimulus dan trik likuiditas lewat Treasury.
  • Fed akan terpaksa meredakan pengetatan.
  • Xi akan membuka keran QE China untuk menjaga daya saing.

Dan ketika dua mesin pencetak uang terbesar dunia berjalan bersamaan, sejarah menunjukkan hanya ada satu aset yang paling cepat merespons: Bitcoin.

Target agresif seperti 200.000–250.000 dolar AS di akhir tahun tidak lagi terdengar fantastis dalam kondisi ini.

Ketika Dua Raksasa Mendukung, Arah Angin Jelas

Trump ingin terlihat kuat, Xi ingin tetap berdaulat. Keduanya akan mencetak uang, cepat atau lambat. Dan setiap kali dolar dan yuan bertambah, Bitcoin bertambah mahal.

Jadi meski jangka pendek terasa berat, arah jangka panjang sudah jelas. Ketika AS membuka keran uang dan China menyalakan mesin reflasinya, pasar crypto akan memasuki tahap paling eksplosif dari siklusnya.

Jika Trump dan Xi saja menganggap Bitcoin berharga, apakah Anda masih ragu?

#kripto

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index