3 Alasan Utama Kenapa Harga Kripto Masih Merosot, Tanda Masuki Fase Bearish?

3 Alasan Utama Kenapa Harga Kripto Masih Merosot, Tanda Masuki Fase Bearish?
3 Alasan Utama Kenapa Harga Kripto Masih Merosot, Tanda Masuki Fase Bearish? (ilustrasi: pixabay)

VINANSIA.COM – Pasar kripto global kembali mengalami koreksi yang signifikan, membuat banyak investor bertanya-tanya: kenapa harga crypto turun drastis?

Penurunan ini, yang paling terasa pada aset kripto selain Bitcoin (altcoin), bukan hanya disebabkan oleh aksi ambil untung biasa, tetapi oleh kombinasi unik antara masalah likuiditas internal altcoin dan tekanan makroekonomi global yang masif.

Menurut analis kripto terkemuka, Michaël van de Poppe, pasar saat ini berada dalam fase koreksi sehat yang akan menguji kesabaran investor sebelum siklus kenaikan (bull cycle) berikutnya. Berikut adalah tiga pilar utama yang mendorong pelemahan pasar kripto saat ini.

1. Likuiditas Tipis (Thin Liquidity) Memperparah Kejatuhan Harga Altcoin

Alasan fundamental di balik kejatuhan tajam, terutama pada altcoin, adalah likuiditas yang sangat tipis di pasar.

Van de Poppe menjelaskan bahwa sebagian besar altcoin memiliki pasokan yang dapat diperdagangkan (tradable supply) yang sangat terbatas, seringkali hanya sekitar 10% dari total suplai koin.

Dampak Besar Penjualan Kecil

Dalam kondisi likuiditas rendah, pesanan jual yang relatif kecil—misalnya, 2% dari total suplai—dapat menciptakan guncangan hebat. Hal ini terjadi karena order book (daftar pesanan beli) tidak cukup tebal untuk menyerap tekanan jual, terutama setelah mayoritas leverage (posisi utang) para pedagang ritel telah dilikuidasi.

Volatilitas Tinggi

Likuiditas yang tipis adalah pedang bermata dua: harga anjlok lebih parah selama koreksi, tetapi ketika sentimen pasar membaik, aset ini juga memiliki potensi untuk melonjak lebih cepat.

Saran Analis: “Jika Anda memegang altcoin, bersabarlah,” kata Van de Poppe. “Siklus pasar belum mencapai puncaknya.”

2. Dominasi Bitcoin (BTC.D) yang Meningkat: Rotasi Modal ke Aset "Aman"

Pelemahan altcoin (altcoin turun) juga diperburuk oleh tren yang terjadi di level pasar yang lebih tinggi: peningkatan Dominasi Bitcoin ($BTC.D).

Dominasi Bitcoin adalah metrik yang mengukur persentase nilai total pasar kripto yang dipegang oleh Bitcoin. Kenaikannya menunjukkan bahwa dana investor ditarik dari altcoin dan diparkir kembali ke Bitcoin.

Pergerakan Modal Safe-Haven

Peningkatan Dominasi BTC baru-baru ini—yang terlihat dari penembusan keluar dari ascending channel—mengonfirmasi bahwa investor memilih Bitcoin sebagai aset safe-haven (lindung nilai) utama di dalam ekosistem kripto, menjauh dari risiko yang lebih tinggi pada altcoin.

Skenario Altseason Tertunda

Sejarah mencatat, ketika Dominasi BTC melonjak tinggi, altcoin cenderung melempem. Van de Poppe membandingkan kondisi saat ini dengan akhir 2019, di mana altcoin tertekan selama berbulan-bulan hingga sentimen makro global berbalik, memicu altcoin rally yang masif. Penurunan Dominasi BTC di bawah level kunci 60.5% dapat meredakan tekanan jual pada altcoin.

3. Krisis Likuiditas Makro Global akibat Kebijakan Moneter AS

Tekanan terberat datang dari ranah makroekonomi, khususnya dari AS:

Penyedotan Likuiditas (TGA):

Aksi pengetatan likuiditas di pasar keuangan global diperburuk oleh penutupan pemerintahan AS. Dana sekitar $1 triliun yang terakumulasi dalam Treasury General Account (TGA) secara efektif mengeringkan cadangan likuiditas dari sistem perbankan. Likuiditas yang ketat ini mendorong uang keluar dari aset berisiko seperti kripto.

Sikap Hawkish The Fed

Sentimen defensif investor meningkat tajam setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengeluarkan komentar yang sangat berhati-hati mengenai pemotongan suku bunga. Sikap ini memperkuat anggapan bahwa kebijakan uang ketat akan berlanjut lebih lama (Higher for Longer), yang secara langsung menekan harga Bitcoin dan altcoin, dengan volume perdagangan yang anjlok 20–40%.

Prospek Pasar: Puncak Belum Datang, Kesempatan Akumulasi

Meskipun harga crypto turun dan altcoin tampak lesu, analisis historis memberikan harapan:

Setiap kali Dominasi Bitcoin memuncak dan altcoin tertinggal di belakang, periode altcoin season yang kuat selalu mengikuti setelahnya. Katalisator utama dapat berasal dari penyelesaian cepat masalah penutupan pemerintah AS. Jika ini terjadi, data ekonomi yang tertunda dapat menunjukkan pelemahan, yang pada akhirnya dapat memaksa The Fed menjadi lebih dovish (melonggarkan kebijakan).

Pelonggaran kebijakan ini, yang mungkin melibatkan dorongan likuiditas atau bahkan Quantitative Easing (QE) pada tahun 2026, akan menjadi bahan bakar utama yang menyiapkan panggung untuk rally kripto besar berikutnya.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif. Investasi di aset kripto memiliki risiko tinggi dan sangat volatil. Lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum membuat keputusan investasi.

#kripto

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index