Ini Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke India

Ini Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke India
Ini Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke India

VINANSIA.COM - Ada yang menarik dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India. Bukan soal parade militer megah di Kartavya Path, meskipun itu memang luar biasa. Tapi lebih pada percakapan yang terjadi di ruang-ruang pertemuan, di balik meja panjang di Hyderabad House, yang mungkin tak sekeras suara drum band militer, tapi dampaknya bisa terasa lama.  

India mengundang Indonesia untuk ikut merayakan Hari Republik ke-76 mereka. Tapi ini bukan undangan “ayo datang, makan-makan, lalu pulang.” Ini adalah panggilan untuk membicarakan hal-hal besar: teknologi, pertahanan, perdagangan, dan bagaimana kedua negara bisa saling membantu menghadapi dunia yang makin ribet ini.  

Koneksi Lama, Isu Baru  

Indonesia dan India ini sebenarnya sudah lama kenal. Dari zaman kerajaan dulu, kapal-kapal dari Gujarat sering singgah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Budaya India juga nyantol di sini—lihat saja cerita Ramayana dan Mahabharata yang tumbuh subur di Jawa. Tapi kalau bicara zaman sekarang, hubungan dua negara ini harus lebih dari sekadar cerita wayang.  

India sedang ngebut di sektor teknologi. Mereka sudah ahli soal AI, fintech, dan Internet of Things (IoT). Indonesia? Kita baru mulai. Makanya, ketika Memorandum of Understanding (MoU) soal teknologi ditandatangani, itu semacam lampu hijau bagi Indonesia untuk belajar banyak dari India.  

Tapi jangan salah. Indonesia juga bukan sekadar murid di sini. Ada potensi besar di negeri kita—pasar yang luas, sumber daya yang melimpah.

Tetangga Laut, Tetangga Kepentingan 

Yang tidak kalah penting dari kunjungan ini adalah urusan laut. Indonesia dan India berbagi samudra yang sama. Kalau ada apa-apa di laut, keduanya pasti kena dampaknya. Jadi, kerja sama maritim ini bukan basa-basi. Ini soal menjaga jalur perdagangan tetap aman, mencegah kejahatan lintas negara, dan memastikan ikan-ikan di laut tetap berenang ke arah yang benar.  

Lalu ada parade militer. Untuk pertama kalinya, Indonesia mengirim kontingen ke parade Hari Republik India. Bukan sekadar untuk pamer, tapi ini menunjukkan bahwa hubungan pertahanan kedua negara sedang naik level. Di kawasan Indo-Pasifik yang makin ramai, Indonesia dan India tahu mereka harus saling jaga punggung.  

Dari Prambanan ke BRICS

Narendra Modi, seperti biasanya, pintar memainkan isu budaya. Ia mengingatkan tentang restorasi candi Prambanan yang didukung India, sebuah simbol hubungan sejarah yang kuat. Tapi Prabowo juga tak mau kalah. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan India terhadap Indonesia untuk jadi anggota tetap BRICS. Ini bukan cuma soal gengsi, tapi juga soal posisi strategis di kancah global.  

Pariwisata

Salah satu hasil dari kunjungan ini adalah rencana Indo-ASEAN Year of Tourism 2025. Pariwisata, katanya, akan jadi cara untuk mempererat hubungan masyarakat dua negara. Tapi mari jujur saja, ini juga kesempatan untuk membuka pintu ekonomi yang lebih luas.  

Pada akhirnya, kunjungan ini bukan soal parade atau pidato. Ini soal bagaimana dua negara besar saling mengisi di dunia yang makin tak menentu. India dengan teknologinya, Indonesia dengan potensinya.  

Kalau kerja sama ini berjalan lancar, bisa jadi suatu hari nanti, ketika kita melihat kapal dagang melintas di Samudra Hindia, kita tak hanya melihat barang-barang, tapi juga melihat harapan. Karena begitulah hubungan yang baik bekerja—tak hanya bicara soal hari ini, tapi juga tentang masa depan.  

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index