Oman, Negara Kaya Raya tapi Tak Suka Pamer

Oman, Negara Kaya Raya tapi Tak Suka Pamer
Oman, Negara Kaya Raya tapi Tak Suka Pamer

VINANSIA.COM - Bayangkan sebuah negara kecil di ujung Semenanjung Arab. Tidak punya gedung pencakar langit menjulang tinggi. Tidak ada mal supermewah. Tapi jalan-jalannya rapi, penduduknya sejahtera, dan ekonominya stabil. Itulah Oman. Sebuah negara yang "kaya raya, tapi pura-pura miskin."  

Seperti tetangganya, Oman punya minyak dan gas bumi melimpah. Dua sumber daya ini jadi andalan utama ekonomi negara yang luasnya hampir setara Jawa. 

Tapi, ada yang beda dari Oman dibandingkan negara-negara Teluk lainnya seperti Uni Emirat Arab atau Qatar. Mereka tidak suka berfoya-foya atau memamerkan kekayaan dengan pembangunan yang mewah-mewah. 

Oman lebih memilih gaya hidup sederhana. Bahkan, kalau Anda datang ke ibu kotanya, Muscat, Anda tidak akan melihat gedung pencakar langit seperti di Dubai atau Abu Dhabi.  

Semua ini bukan tanpa alasan. Sultan Qaboos bin Said, pemimpin legendaris Oman selama 50 tahun hingga wafat pada 2020, punya visi yang berbeda. Baginya, pembangunan tidak harus terlihat dari gedung-gedung tinggi. "Pembangunan itu untuk rakyat, bukan untuk pamer," kira-kira begitu cara berpikirnya.  

Ekonomi Oman

Ekonomi Oman mungkin tidak seagresif tetangganya. Pendapatan per kapita Oman pada 2022 berada di angka sekitar USD 23.000 (Rp350 juta). Angka ini memang tidak setinggi Qatar yang mencapai USD 80.000 atau Uni Emirat Arab dengan USD 50.000. Tapi jangan salah, pendapatan ini cukup untuk menjamin warganya hidup nyaman.  

Data menunjukkan bahwa 90 persen rumah tangga di Oman memiliki mobil pribadi. Angka tunawisma? Hampir nol. Sistem kesejahteraan sosial mereka berjalan sangat baik. Warga Oman juga dikenal ramah dan puas dengan gaya hidup sederhana tapi berkecukupan.  

Yang menarik, Oman punya sovereign wealth fund (dana abadi) bernama Oman Investment Authority (OIA). Jangan remehkan, total asetnya mencapai USD 46,6 miliar (sekitar Rp700 triliun). Angka yang besar untuk negara dengan populasi hanya 4,5 juta jiwa.  

Mengelola Kekayaan dengan Hati-Hati

Dana abadi Oman berbeda dari tetangga seperti Qatar Investment Authority atau Saudi Public Investment Fund yang gencar membeli klub sepak bola dan investasi besar-besaran di mana-mana. OIA fokus pada investasi yang bijak dan jangka panjang. 

Mereka punya portofolio di lebih dari 50 negara, termasuk sektor teknologi, real estate, dan komoditas. Bahkan, baru-baru ini mereka membeli saham di perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, X.AI, serta menambah investasi di SpaceX.  

Jangan kira ini sekadar gaya-gayaan. Langkah ini bagian dari visi besar Oman untuk mendiversifikasi ekonominya. Oman tahu bahwa minyak tidak akan abadi. 

Maka, sejak dulu, mereka sudah mempersiapkan diri. Oman Vision 2040, sebuah strategi nasional, dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan mendorong sektor nonmigas seperti pariwisata, manufaktur, dan teknologi. 

Kaya Tanpa Gegap Gempita

Pendekatan Oman yang sederhana ini juga terlihat dari kehidupan sehari-hari warganya. Kota-kota di Oman, termasuk ibu kota Muscat, sangat memperhatikan pelestarian budaya dan lingkungan. Tidak ada gedung yang lebih tinggi dari menara masjid. Semua bangunan harus mengikuti gaya arsitektur tradisional.  

Warga Oman hidup nyaman dengan layanan kesehatan dan pendidikan yang sangat terjangkau, bahkan gratis untuk banyak sektor. Pemerintah juga memberi subsidi bahan bakar dan listrik. Tapi yang menarik, subsidi ini dikelola dengan sangat hati-hati agar tidak membebani anggaran negara.  

Belajar dari Oman

Di era sekarang, ketika negara-negara berlomba pamer kekayaan lewat gedung tertinggi, stadion terbesar, atau mal termewah, Oman memilih jalan yang berbeda. Mereka tahu bahwa kesejahteraan rakyat lebih penting daripada kemegahan fisik.  

Kita bisa belajar dari Oman. Bahwa pembangunan tidak selalu harus glamor. Kadang, kesederhanaan justru jadi jalan menuju keberlanjutan. Mungkin benar, Oman memang pura-pura miskin. Tapi rakyatnya, negaranya, dan masa depannya jelas kaya.  

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index