VINANSIA.COM – Ada kabar terbaru untuk kamu yang tertarik beli saham GOTO, atau yang sudah punya saham tersebut. Sebab, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebentar lagi mau kerja sama dengan PT BFI Financial Tbk (BFIN).
Berdasarkan penuturan Wakil Direktur Utama GOTO Thomas Husted, keinginan kerja sama antara GOTO dan BFIN adalah terkait pemberian kredit kendaraan bermotor untuk mitra pengemudi Gojek.
Jadi kemungkinan besar, kamu yang bekerja sebagai Gojek, punya kesempatan untuk melakukan kredit motor yang kamu kendarai saat ini. Sehingga bisa menjadi milik kamu.
Thomas juga bilang, kerja sama ini tuh masih pilot project dan menjadi subject to regulatory approval. Pilot project ini dilaksanakan secara non eksklusif.
Nah, gebrakan saham GOTO kali ini tidak hanya soal pemberian kredit kendaraan untuk pengemudi Gojek. Tapi juga ada yang lain.
Jadi, Thomas juga bilang bahwa GOTO akan menelurkan layanan terbaru, yaitu layanan buy now pay later (BNPL). Ini tidak dikerjakan sendiri, tetapi bareng-bareng bersama TikTok.
Jika kami amati, gebrakan GOTO kali ini terbilang wajar, mengingat pertumbuhan saham GOTO selama 2023 memang cukup bagus ya. Karena inisiatif-inisiatif yang dibuat, dan mereka juga mengeluarkan produk-produk yang tergolong baru.
Misalnya aplikasi GoPay yang ternyata mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang ada di dalam maupun luar ekosistem GOTO. GOTO tetap main di bisnis pinjaman, dan ini diutamain banget untuk pertumbuhan bisnis mereka.
Kalau merujuk laporan keuangannya, terlihat bahwa ada peningkatan pinjaman konsumen. Misal pada kuartal IV tahun 2023 kemarin itu tumbuh 32 persen kalau dibandingin sama kuartal sebelumnya.
Lalu bagaimana dengan EBITDA-nya? EBITDA buat unit bisnis Financial Technology pada kuartal IV tahun 2023 ternyata juga pelan tapi pasti, semakin pulih loh.
Perbaikannya 77 persen (year-on-year/yoy) dan 57 persen quarter-on-quarter. Ini artinya menjadi minus Rp 168 miliar, atau 0,16 persen dari GTV3 unit bisnis Financial Technology.
Moncernya bisnis yang digeluti saham GOTO tidak lepas dari adanya kenaikan pendapatan, dan juga insentif yang sudah dikurangi.
Masih ada lagi nih kabar dari saham GOTO. Pasalnya, nilai pinjaman yang diberikan atau outstanding loan, yang berasal dari bisnis pinjaman konsumen GoTo, termasuk layanan buy now pay later (BNPL) dan pinjaman tunai, pada kuartal IV tahun 2023, itu juga naik 32 persen quarter-on-quarter menjadi Rp 1,9 triliun.
Untuk pinjaman bermasalah (non-performing loan/NPL) yang lebih dari 90 hari setelah jatuh tempo, menurut pengamatan kami pada laporan keuangan GOTO, itu hanya 1,3 persen. Angka ini tuh kecil banget, dibandingkan total nilai pinjaman konsumen pada Desember 2023. []