Mengenal Kripto Altcoin Shiba Inu (SHIB)

Mengenal Kripto Altcoin Shiba Inu (SHIB)
Ilustras. Shiba Inu SHIB. (unsplash)

VINANSIA.COM — Kali ini kami akan bahas apa itu Shiba Inu, sebagai token kripto dengan komunitas yang cukup besar. Ada beberapa hal yang kalian harus ketahui sebelum memutuskan membeli koin tersebut.

Sejumlah aspek dari Shiba Inu penting diketahui, yaitu dari sisi sejarah berdirinya, fundamentalnya, mekanisme kerja, jenis produk, dan siapa saja yang menjadi pengembang koin kripto yang berlogo anying itu.

Secara ringkas, berikut ini kami paparkan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dari sebuah aset kripto:

  • Awal Berdiri
  • Komunitas Shiba Inu
  • Mekanisme kerja yang dijalankan
  • Macam-Macam Produk Shiba Inu
  • Siapa pengembangnya

Apa itu Shiba Inu?

Shiba Inu merupakan token pertama dibuat dengan mekanisme secara terdesentralisasi oleh komunitasnya. Posisinya yang berbasis pada komunitas inilah yang terkadang membuat eksistensi token tersebut bisa rapuh karena ketidakmampuan berdiri secara mandiri dan independen.

Adapun website resmi Shiba Inu, bisa kalian buka di laman https://shibatoken.com.

SHIB Army

Komunitas Shiba Inu disebut dengan SHIB Army. Komunitas tersebut berusaha menelaah sejauh mana desentralisasi benar-benar bisa berjalan saat tidak ada tim sentral, tidak ada dana, dan tidak ada kepemimpinan langsung.

Mekanisme Kerja Shiba Inu

Nah kali ini kalian harus tahu soal bagaimana mekanisme kerja Shiba Inu. Token ini adalah token ERC-20, yang menandakan bahwa Shiba Inu ditunjang oleh kripto bernama Ethereum yang memiliki smart contract.

Karena itu, Shiba Inu bisa memanfaatkan smart contract untuk membuat produk-produk keuangan terdesentralisasi (DeFi). Di sinilah hal yang membuat kalian tidak perlu khawatir, karena sewaktu-waktu Shiba Inu bisa berkembang menjadi aset kripto yang lebih baik karena adanya dukungan dari Ethereum.

Saat ini dalam ekosistem Shiba Inu ada sejumlah macam produk yang memungkinkan komunitasnya dapat memaksimalkan potensi dari jaringannya.

Awal Berdiri Shiba Inu (SHIB)

SHIB dikembangkan pada tahun 2020. Kemunculannya saat itu menjadi fenomena yang menyita banyak perhatian komunitas kripto. Wajar saja, saat baru muncul, kenaikannya tergolong fantastis yakni berkali-kali lipat. Tetapi turun lagi seiring jatuhnya harga Bitcoin.

Produk-Produk Shiba Inu

Ada sejumlah produk yang dikeluarkan oleh Shiba Inu. Produk-produk ini terus dikembangkan seiring berjalannya waktu. Berikut ini pemaparannya:

  1. SHIB: Tak banyak yang tahu, bahwa SHIB sebenarnya adalah salah satu produk Shiba Inu pada jenis aset kripto. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, SHIB dikembangkan mulai dari tahun 2020.
  2. LEASH: Token LEASH yang memiliki pasokan maksimal di angka 107,646, merupakan token spesial yang diperuntukkan bagi pendukung loyal. Ada keuntungan dan manfaat tersendiri dengan memiliki token tersebut.
  3. BONE: BONE adalah aset kripto yang berfungsi sebagai token governance pada ekosistem Shiba Inu. Anda dapat memberikan voting terkait keputusan yang hendak diambil oleh jaringan Shiba Inu di masa mendatang melalui Doggy DAO (Decentralized Autonomous Organization).
  4. Shiboshis: Jangan heran, Shiba Inu juga mempunyai non-fungible token, lho. Namanya adalah Shiboshis dan ini cuma bisa dibeli di Decentralized Exchange (DEX) milik Shiba Inu, yaitu ShibaSwap.

Tim Pengembang Shiba Inu

Shiba Inu diciptakan tepatnya pada bulan Agustus 2020, oleh pengembang bernama samaran Ryoshi. Tidak ada informasi yang utuh tentang siapa dia dan apa nama sebenarnya. Dari rumor yang beredar, tim dari Ethereum turut terlibat dalam mengembangkan Shiba Inu.

Kesimpulan

Demikian kami jelaskan mengenai seluk beluk token kripto Shiba Inu. Sebelum memutuskan trading atau investasi pada aset kripto SHIB, ada baiknya Anda membaca secara utuh informasi pada artikel ini. Namun, perlu kami sampaikan disclaimer, artikel ini bukan untuk mengajak membeli SHIB, karena bagaimana pun, aset kripto memiliki volatilitas yang tinggi. []

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index