Saham WEHA Diskon 45%, Layak Dikoleksi?

Saham WEHA Diskon 45%, Layak Dikoleksi?
Saham WEHA Diskon 45%, Layak Dikoleksi? (sumber: whitehorse.id)

VINANSIA.COM – Salah satu emiten yang menarik perhatian para pemburu saham murah (value investors) adalah PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA).

Dikenal luas lewat armada bus pariwisata "White Horse" dan layanan travel "DayTrans", bagaimana sebenarnya prospek saham WEHA untuk jangka panjang? Yuk, kita bedah dengan bahasa yang sederhana.

Kinerja Keuangan: Sempat Mengerem, Kini Gaspol

Jika melihat rapor tahun 2025, laba bersih WEHA sempat mengalami penurunan sebesar 21% menjadi Rp22,2 miliar, meskipun pendapatannya naik menjadi Rp317,7 miliar. 

Penurunan laba ini terjadi karena "badai" operasional, mulai dari kenaikan tarif tol, tingginya harga suku cadang, hingga pembatasan BBM bersubsidi.

Namun, memasuki awal tahun 2026, WEHA membuktikan bahwa bisnisnya sangat tangguh. Pada Kuartal I-2026, laba bersih WEHA melonjak drastis sebesar 86,4% secara tahunan menjadi Rp4,91 miliar. 

Pendapatannya pun tumbuh 17,5% menjadi Rp82,6 miliar. Pembalikan kinerja yang luar biasa ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi efisiensi perusahaan mulai membuahkan hasil.

Tiga Mesin Uang WEHA

Keunggulan utama WEHA adalah mereka tidak menaruh semua telur dalam satu keranjang. Bisnis mereka ditopang oleh tiga lini utama yang saling melengkapi:

Intercity Shuttle (DayTrans): Ini adalah kontributor pendapatan terbesar saat ini. Layanan travel antar kota ini digemari karena ketepatan waktu dan rute strategisnya di Pulau Jawa.

Bus Charter (White Horse): Fokus pada segmen premium seperti sewa bus untuk korporasi, sekolah, dan acara megah.

Open Trip (Explorer.id): Wisata murah berbasis aplikasi digital yang sangat populer di kalangan milenial dan Gen-Z.

Melalui kombinasi ini, ditambah adopsi teknologi berbasis AI untuk pelayanan pelanggan, WEHA sukses mengamankan perputaran kas harian yang sangat sehat.

Apakah Utangnya Aman?

Bagi investor, kesehatan utang adalah hal wajib yang harus diperiksa. Kabar baiknya, Rasio Utang terhadap Modal (DER) WEHA berada di angka 59%.

Artinya, jumlah utang perusahaan jauh lebih kecil dibandingkan modal bersihnya sendiri. Untuk industri transportasi yang butuh modal besar untuk beli unit kendaraan, angka ini tergolong sangat aman.

Utang yang diambil WEHA juga merupakan utang produktif, yakni digunakan untuk membeli unit armada baru guna mendongkrak pendapatan di masa depan. 

Catatan kecilnya hanya ada pada likuiditas jangka pendek yang agak ketat, namun masih tertutupi oleh derasnya arus kas operasional harian perusahaan.

Valuasi Saham: Diskon Gede-Gedean

Saat artikel ini ditulis, saham WEHA berada di kisaran harga Rp101 per lembar. Mengapa harga ini disebut sangat murah?

P/E Ratio hanya 5,9x: Jauh di bawah rata-rata industri. Artinya, perusahaan ini menghasilkan laba yang tinggi relatif terhadap harga sahamnya saat ini.

PBV hanya 0,56x: Nilai buku asli (aset bersih) WEHA dihargai sekitar Rp177–Rp181 per saham. Membeli WEHA di harga Rp101 sama saja seperti membeli barang seharga Rp177 dengan diskon hampir 45%.

Dividen Konsisten: WEHA juga rajin membagikan dividen Rp6 per saham, memberikan keuntungan tambahan (dividend yield) sekitar 6% bagi pemegang sahamnya.

Target Harga

Dengan fundamental yang kuat dan valuasi yang sangat murah, saham WEHA memiliki potensi kenaikan yang menarik. 

Dalam jangka pendek-menengah, target konservatif kenaikan berada di level Rp125 – Rp135 (potensi cuan +23% hingga +33%). 

Jika ekspansi penambahan armada berjalan lancar, target harga wajar jangka panjang ada di kisaran Rp165 – Rp180 (potensi naik hingga +78%).

Saham WEHA cocok bagi investor yang memiliki profil penyabar dan menyukai strategi value investing (membeli saham bagus saat harganya sedang salah harga alias murah).

Namun, ingat untuk selalu berinvestasi dengan uang dingin dan batasi risiko sesuai profil masing-masing. DYOR.

#saham

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index