VINANSIA.COM – Ada perdebatan panas setelah seorang analis, Shanaka Anslem Perera, mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Dia bilang, Undang-Undang federal AS yang baru, yaitu GENIUS Act, bukan sekadar mengatur koin kripto stabil (stablecoin), tapi juga mengatur ulang siapa yang paling berkuasa soal uang di pemerintahan AS.
Dia mengklaim, Kementerian Keuangan AS sekarang punya "mesin" baru yang otomatis mendorong pembelian utang negara.
Pendukung bilang ini masuk akal. Tapi para kritikus bilang klaimnya terlalu dramatis, pilih-pilih fakta, bahkan salah.
Klaim Berani: Stablecoin Dipaksa Jadi Pembeli Utang Negara
Perera mengatakan, GENIUS Act mewajibkan perusahaan stablecoin yang berlisensi untuk menyimpan 100% cadangan uang mereka, entah itu dalam bentuk obligasi negara jangka pendek (Treasuries) atau uang tunai di bank sentral.
Menurutnya, ini berarti setiap kali ada stablecoin baru senilai satu dolar dibuat, secara otomatis uang itu akan dipakai untuk membeli utang pemerintah AS.
Dia mengibaratkan stablecoin sebagai "mesin permintaan utang" yang berjalan sendiri, semacam program cetak uang pribadi (privatized QE) yang tidak bisa dijangkau oleh bank sentral AS (Federal Reserve atau The Fed).
Ia menguatkan argumennya dengan melihat prediksi Kementerian Keuangan sendiri, yang memperkirakan pasar stablecoin akan membesar menjadi $2 hingga $3,7 triliun pada tahun 2030. Jika ini terjadi, penerbit stablecoin bisa menjadi salah satu pemegang utang AS terbesar.
Mengapa Teori Ini Begitu Heboh?
Stablecoin adalah alat penting di negara-negara berkembang. Banyak orang di sana menggunakannya untuk mencari stabilitas dolar di tengah inflasi tinggi.
Perera percaya pergeseran global ini menyalurkan modal langsung ke pasar utang AS. Ini menguntungkan pendanaan negara (Treasury) tapi sekaligus melemahkan pengaruh The Fed dalam menentukan biaya pinjaman.
Reaksi Publik: Terpecah Belah
Kritik datang bertubi-tubi. Banyak yang menunjukkan bahwa undang-undang itu sendiri secara eksplisit mengizinkan uang tunai AS atau simpanan di bank sebagai cadangan, bukan hanya obligasi negara. Detail ini langsung membantah gagasan pembelian utang pemerintah yang "dipaksakan".
Ada juga yang menuduh Perera terlalu membesar-besarkan niat Kementerian Keuangan dan melebih-lebihkan perkiraan pertumbuhan stablecoin. Beberapa pihak lain berpendapat strategi jangka panjang yang sesungguhnya harusnya fokus pada pengumpulan Bitcoin dan emas oleh AS – bukan stablecoin yang mendanai utang.
Intinya, Kenapa Ini Penting?
Regulasi stablecoin sudah bukan lagi obrolan kecil para ahli, tapi telah menjadi pilar utama strategi keuangan AS.
Dampaknya kini meluas, tidak hanya soal kripto, tetapi juga menyangkut dominasi dolar global, pendanaan kas negara, dan perebutan kekuasaan yang telah lama terjadi antara The Fed dan Kementerian Keuangan.
Tanya Jawab Singkat (FAQ)
Apa itu GENIUS Act dan dampaknya pada stablecoin? GENIUS Act adalah undang-undang federal AS baru yang mengatur stablecoin (koin kripto yang nilainya dipatok ke dolar). Aturan ini mewajibkan penerbit berlisensi menjamin setiap stablecoin 100% dengan aset aman dan mudah dicairkan (uang tunai, simpanan bank, atau obligasi Treasury jangka pendek) dan diawasi ketat seperti bank.
Apakah GENIUS Act bagus atau buruk? Dianggap bagus karena memberikan aturan jelas dan meningkatkan kepercayaan, tetapi kritikus khawatir ini bisa mengubah keseimbangan kekuasaan keuangan dengan cara yang tidak terduga.