Ripple XRP Diam-Diam Sedang Bangun JP Morgan Versi Blockchain

Ripple XRP Diam-Diam Sedang Bangun JP Morgan Versi Blockchain
Pemicu Utama yang Bikin Harga XRP Siap Bull Run. (foto: pexels)

VINANSIA.COM – XRP kembali jadi sorotan besar setelah Sal Gilbertie, CEO Teucrium, menyampaikan pandangan tajam tentang masa depan Ripple dan apa yang sebenarnya akan memicu reli besar berikutnya.

Menurutnya, Ripple bukan hanya perusahaan aset kripto biasa, melainkan fondasi menuju raksasa keuangan global yang dapat menyaingi JP Morgan.

Bangun “JP Morgan Versi Blockchain”

Gilbertie menilai strategi jangka panjang Ripple selama ini sudah “terlihat jelas,” hanya saja banyak yang tidak menyadarinya. Ia percaya Ripple sedang bergerak menuju status institusi finansial besar, terutama jika perusahaan ini berhasil mendapatkan lisensi bank resmi.

Menurut Gilbertie, Ripple memiliki:

  • Modal besar & kuat,
  • Kepemimpinan disiplin,
  • Ekosistem alumni Ripple yang terus memperluas jaringan,
  • Koordinasi internal yang sangat rapi,

Sehingga ia menyebut Ripple bekerja seperti “sebuah mesin.” Bahkan ia mengatakan Ripple berada “di pusat semesta” dalam ekosistem aset digital yang terus tumbuh.

Inilah sebabnya ia yakin, pemicu utama lonjakan harga XRP berikutnya bukanlah aplikasi baru atau upgrade teknis—melainkan Ripple Bank yang didukung kejelasan regulasi di Amerika Serikat.

Ripple Tak Punya Alasan untuk Jual XRP

Banyak investor mempertanyakan kepemilikan XRP Ripple dalam jumlah besar. Gilbertie menegaskan bahwa Ripple tidak punya insentif untuk menjual token secara agresif.

Alasannya:

  • Ripple sangat berkecukupan modal,
  • Nilai XRP cenderung naik seiring perkembangan ekosistem,
  • Jika sudah beroperasi sebagai institusi perbankan, XRP menjadi aset likuiditas dan treasury yang krusial.

Dalam analoginya, XRP bagi Ripple seperti cadangan modal bagi bank tradisional. “Mengapa mereka ingin menjual XRP? Mereka sudah sangat kuat secara finansial,” ujarnya.

Koreksi Harga XRP Itu Normal, Bukan Tanda Kejatuhan

XRP sempat turun melewati level psikologis penting, menyebabkan kepanikan di komunitas kripto. Namun Gilbertie menyebut reaksi tersebut berlebihan.

Menurutnya:

  • Dalam setahun terakhir, aset kripto telah melonjak ratusan persen,
  • Koreksi 30–50% adalah hal wajar dalam siklus pasar,
  • Penurunan ini mirip “diskon Black Friday”: heboh, dramatis, tapi normal.

Dia juga menyoroti bahwa volatilitas Bitcoin terus menurun seiring masuknya investor institusi dan pemerintahan AS yang kini lebih ramah terhadap aset digital.

Ketika lebih banyak pasokan kripto dikunci oleh long-term holders dan dana besar mengalir melalui ETF, pasar kripto secara keseluruhan akan semakin stabil, dan XRP termasuk dalam fase pendewasaan ini.

Akankah Hadir Obligasi atau Produk Treasury Berbasis XRP?

Saat ditanya kemungkinan hadirnya obligasi pemerintah daerah (municipal bonds) yang didukung XRP, Gilbertie tidak menolak kemungkinan itu. Ia menegaskan bahwa produk keuangan berbasis kripto memang sedang menuju integrasi penuh dengan sistem finansial tradisional.

Beberapa tren yang sedang berkembang:

  • Tokenisasi US Treasury,
  • Obligasi berbasis blockchain,
  • Aset kripto sebagai jaminan (collateralised assets).

Dengan berkembangnya ekosistem Ripple, XRP diyakini akan memiliki peran lebih besar dalam inovasi finansial ini.

Pemicu Utama XRP: Kejelasan Regulasi dan Lisensi Bank Ripple

Gilbertie menekankan satu poin penting: Katalis terbesar XRP bukan “killer app” atau fitur baru — melainkan kepastian regulasi dan lisensi bank Ripple.

Kedua faktor ini adalah kunci membuka pintu bagi adopsi institusional, memperluas infrastruktur keuangan global Ripple, dan memvalidasi XRP sebagai aset finansial tingkat institusi. Saat bank Ripple resmi beroperasi, ia percaya reaksi pasar bisa sangat besar.

Pendapat CEO Teucrium ini menunjukkan gambaran besar yang kadang luput dari perhatian pasar: Ripple bukan sekadar proyek kripto, tetapi calon institusi keuangan global dengan visi jangka panjang.

Dengan potensi lisensi bank, modal kuat, ekosistem yang terus berkembang, serta permintaan akan tokenisasi aset, XRP berpotensi memasuki fase pertumbuhan baru. Meski harga saat ini belum stabil, fundamental ekosistem menunjukkan arah yang jelas.

#kripto

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index