Prediksi Harga Bitcoin Disebut Bisa Tembus $100k, Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Siap

Rabu, 15 Januari 2025 | 10:49:13 WIB
Prediksi Harga Bitcoin Disebut Bisa Tembus $100k, Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Siap. (sumber ilustrasi: pexels)

VINANSIA.COM – Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal positif yang menggugah banyak spekulasi bullish untuk beberapa minggu ke depan. Pada hari Senin, 13 Januari 2025, Bitcoin sempat turun mendekati $90k, dengan harga terendah sekitar $89,171.

Namun, harga langsung melambung lebih dari 6 persen, mencapai sekitar $96.5k pada sesi perdagangan awal New York di hari Selasa, 14 Januari 2025.

Penutupan harga dengan pola candlestick dragonfly doji memberi petunjuk bahwa kemungkinan ada aksi beli besar dari para investor yang berharap Bitcoin akan melanjutkan rally ke arah yang lebih tinggi.

Dengan aksi rebound yang terjadi, banyak analis dan trader percaya bahwa Bitcoin sudah siap untuk menembus level $100k. Ada beberapa alasan kuat mengapa banyak pihak yakin harga Bitcoin akan terus meroket dalam waktu dekat.

1. Perdagangan Berleveraged dan Likuidasi yang Masif

Trader kripto terkenal Michaël van de Poppe menyebutkan bahwa likuidasi besar-besaran di pasar leveraged Bitcoin, baik oleh trader long maupun short, menjadi indikator kuat bahwa Bitcoin siap melanjutkan rally. Jika harga Bitcoin bisa menutup perdagangan di atas $95k dalam beberapa hari ke depan, Poppe yakin harga BTC akan mengarah menuju $104k dalam waktu yang relatif singkat.

2. Level Support yang Kuat di Atas $92k

Bitcoin baru-baru ini berhasil membangun level support yang kuat di atas $92k, yang semakin meningkatkan keyakinan investor bahwa harga Bitcoin akan terus naik. Setiap koreksi yang terjadi di pasar sekarang dilihat sebagai peluang untuk membeli. Investor percaya bahwa Bitcoin kini berada dalam fase penemuan harga, dan koreksi pasar adalah kesempatan untuk mengakumulasi lebih banyak Bitcoin sebelum harga melambung lebih tinggi.

3. Sentimen Positif Dari Pemerintahan Pro-Kripto

Kemenangan Presiden AS terpilih Donald Trump dalam pemilu 2024 memberikan angin segar bagi pasar kripto. Trump telah mengisyaratkan akan mengeluarkan arahan presiden pada hari pertama menjabat yang mendukung industri cryptocurrency. Hal ini dapat memicu sentimen bullish yang signifikan di pasar kripto, termasuk Bitcoin.

Banyak investor dan trader optimis bahwa pemerintahan yang lebih ramah terhadap kripto akan mempercepat adopsi Bitcoin di kalangan investor institusional dan bahkan negara-negara.

4. Tingkat Inflasi dan Keputusan Suku Bunga AS

Sementara pasar menunggu keputusan suku bunga AS yang pertama pada tahun 2025, data inflasi yang akan dirilis minggu depan diperkirakan akan berpengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin. Banyak trader yang menganggap Bitcoin sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi, yang membuat permintaan terhadap Bitcoin meningkat seiring dengan kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi dan pelemahan nilai tukar fiat.

5. Aksi Korporasi dan Institusi yang Terus Mengakumulasi Bitcoin

Setelah BlackRock mengalami arus kas keluar terbesar dalam sejarahnya pada minggu lalu, laporan terbaru menunjukkan bahwa mereka telah menerima arus kas masuk senilai $29,46 juta pada hari Senin. Ini menandakan bahwa lebih banyak investor institusional yang terus mengakumulasi Bitcoin untuk mengatasi inflasi dan devaluasi mata uang fiat.

Perusahaan seperti MicroStrategy Inc. juga terus membeli lebih banyak Bitcoin, memperkuat keyakinan bahwa adopsi institusional akan menjadi katalis utama untuk kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan berbagai faktor pendukung, mulai dari dukungan pro-kripto pemerintah AS, likuidasi pasar yang signifikan, hingga lebih banyak institusi yang terus mengakumulasi Bitcoin, ada alasan kuat untuk percaya bahwa Bitcoin akan segera menembus level $100k.

Semua tanda ini menunjukkan bahwa pasar kripto sedang dalam fase bull yang lebih besar, dan kamu bisa jadi salah satu yang beruntung jika mempersiapkan diri dengan baik.

Tags

Terkini