Max Keiser Yakin Penurunan Aset Kripto Bulan Ini Justru Jadi Peluang Besar

Selasa, 08 April 2025 | 08:34:47 WIB
Max Keiser Yakin Penurunan Aset Kripto Bulan Ini Justru Jadi Peluang Besar. (foto: pexels)

VINANSIA.COM – Pasar kripto dan saham global lagi-lagi kena hantam keras. Kabar terbaru dari Presiden AS Donald Trump soal kebijakan tarif impor baru sukses bikin pasar kejang.

Bitcoin langsung jeblok lebih dari 7% ke bawah level $75.000, sementara Ethereum nyungsep hampir 14,5%. Ini jadi salah satu penurunan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Tapi ini bukan sekadar soal harga kripto yang turun. Yang terjadi sekarang adalah efek domino dari kebijakan ekonomi yang bisa memicu kekacauan global lebih besar lagi.

Pada 2 April, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10% untuk semua barang impor. Nggak cuma itu, dia juga mengenakan tarif lebih tinggi untuk produk dari 185 negara, termasuk 34% untuk barang dari China dan 20% untuk produk Uni Eropa. Menurut Trump, negara-negara itu adalah “pelaku paling buruk” dalam perdagangan global.

Efeknya langsung terasa. Pasar saham AS jatuh di akhir pekan, Bitcoin pun ikut nyeret turun karena investor buru-buru menghindari aset berisiko.

Perang Dagang Dimulai, China Langsung Balas

China nggak tinggal diam. Pemerintah Negeri Tirai Bambu membalas dengan tarif 34% untuk barang-barang AS. Aksi balas-membalas ini bikin investor panik. Lebih dari $8 triliun nilai pasar saham global lenyap dalam waktu singkat, termasuk $590 juta yang menguap dari pasar kripto.

Dalam sehari, posisi long senilai $868 juta dilikuidasi di pasar kripto—angka tertinggi sejak Maret. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga ambruk nyaris 6%, dan pasar kripto pun ikut-ikutan terjerembab.

Awas! Level Kunci Bitcoin Sedang Diuji

Penurunan Bitcoin bukan cuma soal angka. Grafik teknikal memperlihatkan BTC memecahkan pola rising wedge yang biasanya jadi sinyal bearish. Yang lebih bikin deg-degan, indikator “death cross” muncul dan memperbesar potensi penurunan lebih lanjut.

Saat ini, trader sedang memantau level support di $74.000. Kalau level ini jebol, harga bisa merosot ke $65.000 bahkan $57.000. Pada 6 April, BTC sempat menyentuh $83.813 tapi langsung turun lagi. Indikator MACD juga menunjukkan sinyal bearish, dan RSI beberapa kali menyentuh zona oversold menjelang 7 April.

Para Analis Terbelah: Crash atau Bull Run?

Ekonom senior sekaligus kritikus kripto Peter Schiff langsung menyambar situasi ini. Menurutnya, pasar akhirnya “mulai retak” gara-gara strategi ekonomi Trump. Dia juga menyindir ide tentang “Cadangan Strategis Bitcoin” dan memperingatkan investor ETF agar siap hadapi masa-masa sulit. Bahkan, koin meme bertema Trump juga turun 13% dan sekarang sudah anjlok 90% dari puncaknya di Januari.

Di sisi lain, pendukung Bitcoin seperti Max Keiser justru melihat ini sebagai peluang besar. Menurutnya, kepanikan pasar justru bisa jadi bahan bakar untuk rally historis. Dia bahkan yakin BTC bisa melesat ke $220.000 dalam bulan ini, karena arus modal global bakal masuk ke aset lindung nilai seperti Bitcoin.

Pasar sedang panas-panasnya. Grafik teknikal mulai patah, analis berdebat keras, dan Bitcoin masih mencari arah. Semua bisa berubah dalam sekejap, tergantung dari tajuk berita berikutnya.

Tags

Terkini