VINANSIA.COM – Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan menarik dalam 24 jam terakhir dengan koreksi sebesar 0,73%, sementara market cap masih bertahan di angka 3,17 triliun USD.
Bitcoin dominance juga mengalami kenaikan 0,19%, yang menunjukkan bahwa BTC tetap menjadi pemain utama di pasar kripto saat ini.
Sayangnya, Bitcoin gagal mempertahankan support di angka 96.433 USD dan akhirnya ditutup di bawah level tersebut. Namun, ada kabar baik! BTC berhasil mantul di atas 95.581 USD, yang kini mulai berperan sebagai support baru. Level ini telah diuji sebanyak dua kali pada 18 dan 19 Februari, dan sejauh ini berhasil bertahan.
Meski demikian, tantangan besar masih menanti. Pada 19-20 Februari, Bitcoin sempat mengalami reli dan membentuk pola higher high, tetapi tiba-tiba mengalami koreksi besar setelah Bybit terkena serangan hacker. Akibatnya, BTC kembali ke titik awal, dan kini harus berusaha lagi menembus resistance yang sebelumnya sudah dicapai.
MA20 Menjadi Resistance Baru
Salah satu faktor yang membuat BTC sulit naik adalah Moving Average 20 (MA20) yang kini berubah menjadi resistance. Sebelumnya, MA20 sudah berhasil diklaim sebagai support, tetapi kini kembali menjadi tantangan besar bagi BTC untuk melanjutkan kenaikan.
Bitcoin Weekly: Retest ke BSB?
Dalam time frame mingguan, BTC semakin mendekati BSB di kisaran 92.233 - 90.277 USD. Beberapa analis bahkan berpendapat bahwa Bitcoin "merindukan" BSB dan kemungkinan besar akan melakukan retest sebelum memutuskan arah selanjutnya.
Jika BTC berhasil mantul dari level ini, pola kenaikan bisa menyerupai siklus 2016, di mana Bitcoin sering reli, kemudian koreksi ke BSB, lalu melanjutkan reli kembali.
Namun, jika BTC gagal bertahan di level ini, ada risiko koreksi lebih dalam sebelum melanjutkan tren bullish berikutnya.
Pengaruh Ekonomi Makro: DXY dan The Fed
Di sisi makro, Indeks Dolar AS (DXY) mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Saat ini, level penting yang diawasi adalah 106,375. Jika DXY terus melemah, Bitcoin dan aset kripto lainnya berpotensi mengalami dorongan bullish.
Sementara itu, neraca keuangan The Fed (Balance Sheet) belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini berarti kita masih perlu menunggu pernyataan resmi dari FOMC atau Jerome Powell untuk memastikan apakah ada kemungkinan quantitative easing (QE) dalam waktu dekat.
Bybit Hack dan Potensi Ethereum Rollback
Dalam berita terbaru, CEO Bybit sempat mengusulkan agar Ethereum di-rollback setelah peretasan yang terjadi baru-baru ini. Namun, Tim Beiko, salah satu pengembang inti Ethereum, menegaskan bahwa ini berbeda dengan kejadian 2016.
Saat itu, Ethereum mengalami hard fork akibat eksploitasi DAO. Tetapi kali ini, peretasan terjadi akibat transaksi yang terlihat sah tetapi ternyata tidak, sehingga bukan kesalahan dari blockchain Ethereum itu sendiri.