VINANSIA.COM – Ada kisah sejarah yang menarik dari Belanda, khususnya VOC dan kapal legendarisnya.
Kapal dagang Batavia, salah satu mahakarya maritim milik Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), tenggelam tragis di lepas pantai Australia pada 1629.
Tiga abad lebih kemudian, semangat untuk menghidupkan kembali kejayaan kapal ini muncul di Belanda lewat sebuah proyek ambisius: membangun replika Batavia yang setia pada desain aslinya.
Inilah kisah perjalanan panjang proyek rekonstruksi kapal legendaris tersebut, dari sejarah kelamnya hingga bangkit kembali di galangan kapal Lelystad.
Kapal VOC Batavia, Simbol Kejayaan Maritim Abad ke-17
Batavia adalah kapal dagang milik VOC yang dibangun di Amsterdam dan berlayar untuk pertama kalinya pada tahun 1628. Kapal ini dirancang untuk mengangkut barang dagangan dan penumpang ke Hindia Timur.
Namun pelayarannya berakhir tragis setelah karam di Terumbu Abrolhos, lepas pantai Australia Barat, pada 4 Juni 1629. Tragedi ini bukan hanya soal tenggelamnya kapal, tetapi juga soal pemberontakan, pembunuhan, dan pengadilan yang menjadikan kisah Batavia salah satu cerita paling dramatis dalam sejarah maritim Belanda.
Gagasan Membangun Ulang Batavia
Tiga setengah abad setelah karamnya kapal, pada akhir 1980-an, yayasan Nederland Bouwt de Batavia muncul dengan ide besar: membangun replika autentik kapal Batavia sebagai simbol warisan budaya maritim Belanda.
Proyek ini bukan sekadar pameran sejarah, tapi juga sebuah usaha besar untuk membangkitkan kembali keterampilan tradisional pembuatan kapal kayu.
Untuk mendanai proyek ini, yayasan meluncurkan undian nasional pada 1987. Sebanyak 100.000 tiket dijual dengan harga 100 gulden per lembar, dengan harapan mengumpulkan enam juta gulden untuk mendanai pembangunan.
Sebagai bentuk akurasi sejarah, yayasan bahkan menggunakan kayu dari hutan Australia, jenis yang sama seperti yang digunakan pada kapal aslinya. Total diperlukan 1.900 meter kubik kayu.
Lokasi Dibangun di Lelystad
Galangan kapal terbuka di Lelystad dipilih sebagai lokasi pembangunan karena dianggap strategis dan mudah diakses publik. Proyek ini diharapkan selesai pada 1990 agar replika Batavia bisa ikut serta dalam acara maritim besar Sail Amsterdam.
Namun proses pembangunan tak semulus rencana. Pada 1988, yayasan memutuskan untuk menunda peluncuran kapal yang semula dijadwalkan pada 22 Juni. Kapal belum akan diturunkan ke air hingga seluruh konstruksi di darat selesai total. Keputusan ini diambil demi efisiensi dan untuk menjaga kualitas pengerjaan.
Replika Batavia Menjadi Ikon Wisata
Setelah bertahun-tahun pengerjaan, kapal replika Batavia akhirnya selesai dan menjadi salah satu atraksi utama di Bataviawerf, Lelystad. Kapal ini tak hanya berfungsi sebagai museum terapung, tetapi juga sebagai pusat edukasi sejarah dan keterampilan tradisional.
Wisatawan bisa melihat langsung bagaimana kapal ini dibangun, memahami struktur kapal dagang abad ke-17, dan menyelami kisah-kisah kelam yang menyertai pelayaran Batavia yang asli. Situs ini menjadi titik penting dalam pelestarian sejarah maritim Belanda, menarik perhatian pengunjung dari dalam maupun luar negeri.
Replika kapal Batavia saat ini berada di Bataviawerf, sebuah galangan kapal sejarah di Lelystad, Belanda.