Kevin Warsh dan Bitcoin

Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:27:16 WIB
Kevin Warsh dan Bitcoin. (sumber foto: gemini)

VINANSIA.COM – Dunia keuangan global baru saja dikejutkan oleh pengumuman Presiden Donald Trump yang mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya.

Kabar ini seketika memberikan efek kejut ke berbagai instrumen investasi: dolar AS melonjak, pasar saham menjadi volatil, dan Bitcoin sempat mengalami tekanan koreksi.

Nama Kevin Warsh memang bukan orang baru, namun visinya yang disiplin dan cenderung "keras" terhadap kebijakan moneter membuat para pelaku pasar, khususnya di sektor aset berisiko, mulai mengatur ulang strategi mereka.

Siapa sebenarnya sosok ini, dan mengapa pengaruhnya begitu besar terhadap dompet digital Anda?

Sosok di Balik Kebijakan Moneter yang Disiplin
Kevin Warsh adalah mantan Gubernur The Fed yang menjabat pada periode krusial 2006–2011. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas dan taktis, bahkan menjadi penghubung utama antara bank sentral dan pasar keuangan saat krisis global 2008 meledak.

Pengalamannya mencakup karier di Wall Street bersama Morgan Stanley hingga menjadi asisten khusus presiden untuk kebijakan ekonomi di era George W. Bush.

Pasca keluar dari pemerintahan, Warsh menghabiskan waktunya sebagai peneliti di Hoover Institution, Universitas Stanford. Di sana, ia secara konsisten menulis tentang risiko jangka panjang dari pencetakan uang yang berlebihan dan perlunya bank sentral menjaga kredibilitas institusional dengan tidak terus-menerus memanjakan pasar melalui suku bunga rendah.

Mengapa Pasar Kripto Merasa Terancam?
Kejatuhan Bitcoin sesaat setelah berita pencalonannya bukan tanpa alasan. Warsh dikenal secara ideologis sebagai seorang "Hawk" (Elang), yang lebih menyukai suku bunga riil yang lebih tinggi dan pengurangan ukuran neraca (balance sheet) The Fed.

Bagi investor kripto, likuiditas adalah segalanya. Sejarah mencatat bahwa aset berisiko seperti Bitcoin tumbuh subur dalam lingkungan di mana uang beredar melimpah dan bunga bank rendah.

Jika Warsh memimpin dan mulai menarik likuiditas dari pasar (mengecilkan neraca The Fed), maka masa-masa "uang murah" akan berakhir. Inilah yang membuat pasar khawatir akan terjadinya pengetatan yang bisa menekan pertumbuhan harga aset digital.

Paradoks Warsh: Pengkritik Sekaligus Investor Kripto
Menariknya, pandangan Warsh terhadap kripto tidak bisa dibilang sepenuhnya memusuhi. Ia pernah menyebut Bitcoin sebagai "perangkat lunak yang berpura-pura menjadi uang."

Namun, jangan salah sangka, meski ia skeptis terhadap fungsi Bitcoin sebagai alat tukar harian, ia mengakui potensi besar dari teknologi blockchain di baliknya.

Berikut adalah beberapa poin unik dari hubungan Warsh dengan dunia kripto:

  1. Aset Cadangan: Warsh mengakui bahwa Bitcoin berpotensi menjadi "penyimpan nilai yang berkelanjutan," mirip dengan emas digital.
  2. Keterlibatan Langsung: Meski sering mengkritik, Warsh adalah investor awal di beberapa proyek kripto besar, termasuk Bitwise Asset Management dan penasihat untuk Electric Capital.
  3. Disiplin Pasar: Ia berpendapat bahwa Bitcoin memberikan "disiplin" kepada bank sentral dunia, karena orang mulai melirik aset alternatif ketika mata uang tradisional dianggap tidak dikelola dengan baik.

Fokus pada Kredibilitas dan Stabilitas
Banyak analis menilai bahwa fokus utama Warsh jika terpilih adalah mengembalikan kredibilitas The Fed sebagai institusi yang menjaga stabilitas harga, bukan sebagai institusi yang terus menyokong pasar saham.

Ia kemungkinan besar akan mendorong keterlibatan bank sentral dengan uang digital secara lebih terukur, termasuk pembahasan mengenai mata uang digital bank sentral (CBDC) untuk menyaingi dominasi mata uang asing.

Bagi komunitas kripto, kebijakan Warsh bisa jadi membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi, pengetatan moneter bisa memicu volatilitas tinggi. Namun di sisi lain, kepemimpinan yang pragmatis dan tidak memusuhi inovasi dapat memberikan kepastian regulasi yang lebih baik bagi institusi besar untuk masuk ke dunia aset digital.

Menunggu Konfirmasi Senat
Meskipun Trump sudah menjatuhkan pilihan, Kevin Warsh masih harus melewati proses konfirmasi di Senat sebelum resmi mengambil alih kemudi dari Jerome Powell pada tahun 2026. Transisi ini akan menjadi masa-masa yang sangat krusial bagi trader dan investor global.

Jika Warsh terpilih, ia tidak akan menjadi "pemandu sorak" bagi reli harga aset. Ia akan menjadi wasit yang tegas, yang ingin memastikan ekonomi AS berjalan di atas fondasi yang nyata, bukan sekadar limpahan likuiditas.

Apakah Bitcoin bisa bertahan dan terus tumbuh di bawah kepemimpinan seorang "Elang"? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti: pasar global sedang bersiap menghadapi era disiplin moneter yang baru.

Tags

Terkini

Harga Bitcoin Merosot Terus, Apa Penyebabnya?

Minggu, 01 Februari 2026 | 18:52:49 WIB

Kevin Warsh dan Bitcoin

Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:27:16 WIB

Kenapa Donald Trump Ngotot Jadikan AS Pusat Kripto Dunia?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:25:23 WIB