Kisah Perseteruan Bakrie vs Rothschild dari Drama Bisnis, Pengkhianatan, dan Perebutan Kendali di Bumi Plc

Rabu, 19 Februari 2025 | 13:24:05 WIB
Kisah Perseteruan Bakrie vs Rothschild dari Drama Bisnis, Pengkhianatan, dan Perebutan Kendali di Bumi Plc

VINANSIA.COM - Pernyataan Hary Tanoesoedibjo yang ramai di media sosial menarik perhatian. Ia mengungkap bahwa awal mula dirinya mengambil proyek Lido terjadi karena Grup Bakrie sedang mengalami kesulitan keuangan akibat konflik dengan Nathaniel Rothschild. 

Ungkapan Hary Tanoe ini mengingatkan drama lama yang melibatkan Bakrie, Rothschild, dan Bumi Plc. 

Bagaimana kisahnya bisa berujung pada konflik besar yang mengubah peta kepemilikan perusahaan tambang raksasa ini?

Awal Manis yang Berakhir Tragis

Tahun 2010, Grup Bakrie dan Nathaniel Rothschild sepakat membentuk Bumi Plc di London. Bakrie membawa aset tambang batu bara, sementara Rothschild membawa akses ke investor global. Sekilas, ini seperti kombinasi ideal—modal besar bertemu dengan sumber daya melimpah.

Namun, dalam waktu singkat, kemitraan ini berubah menjadi ajang saling jegal. Bakrie dan Rothschild memiliki visi berbeda tentang bagaimana bisnis harus dijalankan. Rothschild menuntut tata kelola perusahaan yang lebih ketat, sementara Bakrie menganggapnya terlalu ikut campur.

Rothschild Menyerang, Bakrie Balas

Pada 2011, Rothschild mulai curiga ada yang tidak beres dalam laporan keuangan Bumi Resources, anak usaha Bakrie. Ia menulis surat terbuka yang mempertanyakan ke mana perginya dana US$867 juta yang seharusnya digunakan untuk membayar utang. Alih-alih sesuai rencana, dana itu justru diduga mengalir ke berbagai pihak yang tidak jelas keterkaitannya.

Surat ini membuat hubungan mereka retak. Rothschild ingin perombakan total di manajemen, tapi Bakrie menolak mentah-mentah. Bagi keluarga Bakrie, tindakan Rothschild ini seperti bentuk penghinaan dan campur tangan yang kelewatan.

Masuknya Samin Tan, Rothschild Tersingkir

Situasi semakin panas. Untuk mengatasi tekanan dari Rothschild, Bakrie menggandeng Samin Tan, pengusaha tambang batu bara yang saat itu sedang naik daun. Samin Tan menyuntikkan dana US$1 miliar dan mengamankan kursi Chairman di Bumi Plc. Dengan kekuatan barunya, Bakrie berhasil menyingkirkan Rothschild dari struktur kepemimpinan perusahaan.

Di atas kertas, langkah ini menyelamatkan Bakrie. Tapi kenyataannya, ini justru memicu pertempuran baru.

Audit dan Kegaduhan Internal

Pada 2012, manajemen Bumi Plc mengumumkan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan dana. Audit ini mengungkap indikasi kerugian besar yang semakin menekan Bakrie. CEO Bumi Resources, Ari Hudaya, mundur dari jabatannya. Tekanan terhadap Bakrie semakin besar, membuat mereka akhirnya menawarkan solusi drastis: keluar dari Bumi Plc.

Mereka mengusulkan pertukaran saham, di mana Bakrie akan meninggalkan Bumi Plc dan sebagai gantinya mendapatkan kendali penuh atas Bumi Resources dan Berau Coal. Rothschild, yang merasa dijegal, mundur dari direksi dan menyatakan perang terbuka.

Drama Twitter dan Sindiran Tajam

Konflik ini berlanjut ke media sosial. Rothschild mencuit sindiran tajam, menyebut Bumi Resources sebagai "tumpukan kotoran yang tidak berharga." Bakrie tak tinggal diam. Aga Bakrie, yang mewakili keluarga, membalas dengan menyebut Rothschild "bodoh."

Drama ini tak lagi sekadar urusan bisnis. Ini sudah menjadi tontonan global yang menunjukkan betapa kerasnya perebutan kendali dalam dunia korporasi.

Samin Tan: Dari Penyelamat ke Pesakitan

Setelah Rothschild tersingkir, Samin Tan mencoba mengendalikan situasi. Namun, ia harus menghadapi kenyataan bahwa bisnis tambangnya terjerat utang besar. Salah satu pinjaman yang ia ambil berasal dari Standard Chartered, senilai US$200 juta. Ketika harga batu bara anjlok, utang ini menjadi beban berat.

Untuk menyelamatkan bisnisnya, Samin Tan mencari pinjaman tambahan dari berbagai pihak. Sayangnya, usahanya gagal. Pada 2019, ia bahkan ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait dugaan pemberian dana ke anggota DPR untuk menyelesaikan persoalan hukum di PT Asmin Koalindo Tuhup.

Dari pengusaha sukses, Samin Tan jatuh ke titik nadir.

Akhir Drama dan Pelajaran Besar

Pada akhirnya, Bakrie berhasil keluar dari Bumi Plc setelah proses negosiasi panjang. Perusahaan itu kemudian berganti nama menjadi Asia Resource Minerals dan mengalami berbagai perubahan kepemilikan. Sementara itu, aset utama Bakrie di sektor batu bara tetap berada di tangan mereka.

Kisah ini bukan hanya tentang bisnis. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana ambisi, konflik kepentingan, dan pengelolaan buruk bisa menghancurkan perusahaan besar. Dunia bisnis memang keras, dan kisah seperti ini bisa terulang kapan saja.

Terkini