Profil Andre Frey, Pemilik PARQ Ubud

Selasa, 21 Januari 2025 | 17:56:30 WIB
Andre Frey

VINANSIA.COM - Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi menutup PARQ Ubud, sebuah kawasan hunian dan gaya hidup yang sering disebut "Kampung Rusia," pada Senin (20/1/2025). 

Keputusan ini diambil setelah lokasi tersebut dinyatakan melanggar sejumlah peraturan daerah, termasuk tata kelola perizinan dan ketertiban umum. Penutupan ini menuai perhatian luas, mengingat PARQ Ubud sebelumnya menjadi simbol modernisasi dan magnet bagi ekspatriat di Bali.  

Namun, di balik kontroversi ini, sosok di balik PARQ Ubud, Andre Frey, tetap menjadi perhatian utama. Siapa sebenarnya tokoh yang mengembangkan kawasan kontroversial ini?  

Andre Frey: Sosok di Balik PARQ Development  

Andre Frey adalah pendiri dan CEO PARQ Development, seorang arsitek dan pengusaha asal Jerman dengan lebih dari 30 tahun pengalaman dalam bisnis internasional. Ia dikenal sebagai inovator yang kerap menciptakan proyek-proyek ambisius dengan menggabungkan konsep hunian, komunitas, dan gaya hidup modern.  

Visi Andre pertama kali diwujudkan di Bali melalui PARQ Ubud, yang ia bangun di atas lahan seluas 120.000 meter persegi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang multifungsi dengan apartemen, restoran, spa, pusat kebugaran, dan coworking space. 

PARQ Ubud juga menjadi magnet bagi pekerja jarak jauh (remote workers) dan ekspatriat, khususnya warga Rusia, yang menjadikannya tempat tinggal jangka panjang.  

Namun, proyek ini bukan satu-satunya karya Andre. Ia juga mengembangkan PARQ Blue dan PARQ Family, yang mengusung konsep serupa dengan fokus pada keberlanjutan dan kenyamanan komunitas. Di bawah kepemimpinannya, PARQ Development telah merancang ruang-ruang inovatif yang menjadi perbincangan, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.  

Kontroversi dan Ambisi Besar

Meskipun sukses menarik perhatian global, perjalanan Andre Frey tidak lepas dari kontroversi. Desain modern PARQ Ubud, yang jauh dari karakter arsitektur Bali, sering kali memicu kritik dari masyarakat lokal. 

Selain itu, rencana ambisius untuk memperluas kawasan hingga 530.000 meter persegi pada 2026 dianggap oleh banyak pihak sebagai ancaman terhadap kelestarian lingkungan dan budaya setempat.  

Andre sendiri dikenal sebagai sosok yang terlibat langsung dalam setiap tahap pengembangan proyeknya, mulai dari desain hingga eksekusi. Dengan pendekatan global yang ia bawa, ia berupaya menciptakan ruang yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan kreativitas.  

Penutup

Penutupan PARQ Ubud menjadi pukulan besar bagi visi besar Andre Frey di Bali. Namun, hal ini juga membuka ruang diskusi tentang bagaimana pengembangan properti modern dapat berjalan tanpa mengorbankan nilai-nilai lokal. 

Sebagai pengusaha yang kerap menantang status quo, langkah Andre selanjutnya akan menjadi sorotan, baik dari sisi bisnis maupun pengaruhnya terhadap masyarakat Bali.  

Sementara itu, PARQ Ubud akan terus dikenang sebagai simbol ambisi besar yang berbenturan dengan realitas lokal, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi para pengembang lain di Indonesia.  

Terkini