Terjemahan Bab 2 "Think & Grow Rich", Hasrat, Titik Awal Semua Pencapaian, Langkah Pertama Jadi Kaya

Kamis, 25 Juni 2026 | 23:04:27 WIB
Terjemahan Bab 2 "Think & Grow Rich", Hasrat, Titik Awal Semua Pencapaian, Langkah Pertama Jadi Kaya

WAKTU Edwin C. Barnes turun dari kereta barang di Orange, N.J., lebih dari tiga puluh tahun yang lalu, penampilannya mungkin mirip gelandangan, tapi isi pikirannya seperti seorang raja!

Sepanjang jalan dari rel kereta menuju kantor Thomas A. Edison, otaknya terus bekerja. Dia membayangkan dirinya berdiri langsung di depan Edison.

Dia seolah mendengar dirinya sendiri meminta kesempatan kepada Pak Edison untuk mewujudkan satu OBSESI BESAR DALAM HIDUPNYA, sebuah HASRAT MEMBARA untuk menjadi rekan bisnis sang penemu hebat tersebut.

Hasrat Barnes bukan sekadar harapan! Bukan juga cuma keinginan! Itu adalah HASRAT yang kuat dan berdenyut, yang mengalahkan hal lainnya. Hasrat itu PASTI.

Keinginan itu bukan hal baru saat dia nemuin Edison. Itu sudah jadi hasrat yang mendominasi Barnes sejak lama. Awalnya, saat hasrat itu muncul di kepalanya, mungkin cuma sebatas keinginan biasa. Tapi, itu bukan lagi sekadar keinginan saat dia memutuskan buat datang nemuin Edison.

Beberapa tahun kemudian, Edwin C. Barnes berdiri lagi di depan Edison, di kantor yang sama tempat dia pertama kali ketemu sang penemu. Kali ini, HASRAT-nya sudah berubah jadi kenyataan. Dia sudah berbisnis bareng Edison.

IMPIAN BESAR DALAM HIDUPNYA telah menjadi kenyataan. Hari ini, orang-orang yang kenal Barnes pasti iri sama dia karena "keberuntungan" yang didapatnya. Mereka cuma melihat dia di masa-masa suksesnya tanpa mau repot-repot cari tahu penyebab di balik kesuksesannya itu.

Barnes bisa sukses karena dia memilih satu tujuan yang pasti, lalu mengerahkan seluruh energi, kemauan, dan usahanya demi tujuan itu. Dia gak langsung jadi rekan bisnis Edison di hari pertamanya datang. 

Dia rela mulai dari pekerjaan paling rendahan sekalipun, asalkan itu memberinya kesempatan untuk melangkah—meski cuma satu langkah—menuju tujuan utamanya.

Lima tahun berlalu sebelum kesempatan yang dia cari-cari akhirnya muncul. Selama bertahun-tahun itu, gak ada satu pun secercah harapan atau janji yang pencapaian HASRAT-nya bakal terwujud.

Bagi semua orang, kecuali dirinya sendiri, dia cuma terlihat seperti roda gigi biasa di dalam roda bisnis Edison. Tapi di dalam pikirannya sendiri, DIA ADALAH REKAN BISNIS EDISON SETIAP MENITNYA, sejak hari pertama dia mulai bekerja di sana.

Ini adalah contoh yang luar biasa tentang kekuatan dari sebuah HASRAT YANG PASTI. Barnes berhasil meraih tujuannya karena dia pengen banget jadi rekan bisnis Pak Edison, lebih dari apa pun di dunia ini. Dia bikin rencana matang buat mencapai tujuan itu.

Tapi yang paling penting, DIA MEMBAKAR SEMUA JEMBATAN DI BELAKANGNYA.

Dia terus memegang teguh HASRAT-nya sampai itu jadi obsesi yang mendominasi hidupnya—dan akhirnya, jadi kenyataan.

Waktu dia pergi ke Orange, dia gak bilang ke dirinya sendiri, "Gua bakal coba merayu Edison buat kasih gua kerjaan yang gampang." Tapi dia bilang, "Gua bakal nemuin Edison, dan bikin dia tahu kalau gua datang buat berbisnis sama dia."

Dia juga gak bilang, "Gua bakal kerja di sana beberapa bulan, terus kalau gak ada perkembangan, gua bakal keluar dan cari kerja di tempat lain." Malah dia bilang, "Gua bakal mulai dari mana aja. Gua bakal lakuin apa aja yang Edison suruh, tapi sebelum semuanya selesai, gua bakal jadi rekan bisnisnya."

Dia gak bilang, "Gua bakal tetap buka mata buat peluang lain, jaga-jaga kalau gua gagal dapetin apa yang gua mau di perusahaan Edison." 

Dia menegaskan, "Cuma ada SATU hal di dunia ini yang bener-bener gua pengen, yaitu jadi rekan bisnis Thomas A. Edison. Gua bakal bakar semua jembatan di belakang gua, dan mempertaruhkan SELURUH MASA DEPAN gua demi kemampuan gua dapetin apa yang gua mau."

Dia gak menyisakan jalan apa pun buat mundur. Pilihannya cuma menang atau mati!
Nah, itulah inti dari cerita sukses Barnes!

Dulu sekali, ada seorang pejuang hebat yang menghadapi situasi sulit yang mengharuskan dia mengambil keputusan demi memastikan kemenangannya di medan perang.

Dia bakal mengirim pasukannya buat melawan musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak. Dia menaikkan semua tentaranya ke atas kapal, berlayar ke negara musuh, menurunkan pasukan dan peralatan, lalu memberi perintah untuk membakar kapal-kapal yang membawa mereka.

Sebelum pertempuran dimulai, dia bicara didepan pasukannya: "Kalian lihat asap kapal-kapal yang terbakar itu? Itu artinya kita gak bakal bisa meninggalkan pantai ini hidup-hidup kecuali kita menang! Sekarang kita gak punya pilihan lagi, kita menang, atau kita mati!" Dan tebak? Mereka menang.

Setiap orang yang pengen menang dalam urusan apa pun harus rela membakar kapalnya dan menutup semua jalan buat mundur. Cuma dengan cara begini kita bisa mempertahankan kondisi mental yang disebut HASRAT MEMBARA UNTUK MENANG, yang sangat penting buat meraih kesuksesan.

Pagi hari setelah kebakaran besar di Chicago, sekelompok pedagang berdiri di State Street, memandangi puing-puing toko mereka yang masih berasap.

Mereka mengadakan rapat untuk memutuskan apakah mereka bakal membangun kembali toko itu, atau meninggalkan Chicago dan mulai lagi di daerah lain yang lebih menjanjikan. 

Akhirnya mereka mengambil keputusan—semuanya sepakat buat pergi dari Chicago, kecuali satu orang.

Pedagang yang memutuskan buat bertahan dan membangun kembali tokonya itu menunjuk ke reruntuhan tokonya lalu berkata, "Tuan-tuan, tepat di tempat ini, saya akan membangun toko terbesar di dunia, gak peduli berapa kali toko itu bakal terbakar lagi."

Kejadian itu sudah lebih dari lima puluh tahun yang lalu. Toko itu akhirnya benar-benar dibangun. Toko itu masih berdiri kokoh sampai sekarang, sebuah monumen megah yang menjadi bukti dari kekuatan sebuah kondisi mental yang dikenal sebagai HASRAT MEMBARA.

Sebenarnya gampang banget bagi Marshal Field (si pedagang itu) kalau dia mau ikutan pergi seperti teman-temannya. Saat keadaan lagi sulit dan masa depan kelihatan suram, mereka semua memilih menyerah dan pergi ke tempat yang jalannya kelihatan lebih gampang.

Perhatikan baik-baik perbedaan antara Marshal Field dan pedagang lainnya ini, karena perbedaan inilah yang membedakan Edwin C. Barnes dari ribuan anak muda lainnya yang pernah bekerja di perusahaan Edison. 

Ini adalah perbedaan yang memisahkan hampir semua orang yang sukses dari mereka yang gagal.

Setiap manusia yang sudah paham fungsi uang pasti menginginkannya. Tapi sekadar menginginkan (wishing) gak bakal mendatangkan kekayaan. 

Yang bisa mendatangkan kekayaan adalah menghasratkan (desiring) kekayaan dengan kondisi mental yang sampai jadi sebuah obsesi, lalu membuat rencana yang matang dan cara-cara yang pasti untuk mendapatkannya, serta menjalankan rencana itu dengan kegigihan yang gak mengenal kata gagal.

Metode untuk mengubah HASRAT akan kekayaan menjadi bentuk fisiknya (uang) terdiri dari enam langkah praktis dan pasti, yaitu:

Pertama. Tetapkan dalam pikiranmu jumlah uang yang pasti yang kamu inginkan. Gak cukup cuma bilang "Gua pengen punya banyak uang." Harus jelas nominalnya. (Ada alasan psikologis kenapa harus pasti, yang bakal dibahas di bab selanjutnya).

Kedua. Tentukan dengan jelas apa yang mau kamu berikan sebagai imbalan atas uang yang kamu inginkan itu. (Gak ada realitas yang namanya "mendapatkan sesuatu tanpa usaha/modal.")

Ketiga. Tetapkan tanggal yang pasti kapan kamu bakal memiliki uang tersebut.

Keempat. Buat rencana yang matang untuk melaksanakan hasratmu, dan mulailah sekarang juga, gak peduli kamu sudah siap atau belum, untuk mewujudkan rencana itu ke dalam tindakan.

Kelima. Tulis sebuah pernyataan yang jelas dan ringkas mengenai jumlah uang yang ingin kamu dapatkan, batas waktu pencapaiannya, apa yang mau kamu berikan sebagai imbalannya, dan jelaskan dengan gamblang rencana yang bakal kamu lakukan buat mengumpulkannya.

Keenam. Baca pernyataan tertulis itu keras-keras, dua kali sehari. Sekali sebelum tidur di malam hari, dan sekali lagi setelah bangun tidur di pagi hari. SEWAKTU KAMU MEMBACANYA—LIHAT, RASAKAN, DAN PERCAYALAH BAHWA DIRIMU SUDAH MEMILIKI UANG TERSEBUT.

Penting banget buat kamu mengikuti instruksi dalam enam langkah ini. Sangat penting untuk memperhatikan dan mengikuti petunjuk di paragraf keenam.

Kamu mungkin bakal protes dan bilang kalau gak mungkin "melihat diri sendiri memiliki uang" sebelum kamu benar-benar memegangnya. Nah, di sinilah HASRAT MEMBARA bakal membantumu.

Kalau kamu benar-benar MENGHASRATKAN uang itu dengan sangat kuat sampai jadi sebuah obsesi, kamu gak bakal kesulitan meyakinkan dirimu kalau kamu pasti bisa mendapatkannya. 

Tujuannya adalah menginginkan uang itu, dan menjadi begitu bertekad memilikinya sampai kamu BISA MEYAKINKAN dirimu sendiri kalau kamu pasti bakal memilikinya.

Cuma orang-orang yang punya "kesadaran akan uang" yang bisa mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar. "Kesadaran akan uang" berarti pikiranmu sudah benar-benar dipenuhi oleh HASRAT akan uang, sampai-sampai kamu bisa melihat dirimu sendiri seolah-olah sudah memilikinya.

Bagi orang awam yang belum belajar prinsip kerja pikiran manusia, instruksi-instruksi ini mungkin kelihatan gak praktis. Tapi mungkin bakal membantu kalau kamu tahu kalau enam langkah yang disarankan di sini didapat dari Andrew Carnegie. 

Dia memulainya sebagai buruh biasa di pabrik baja, tapi berhasil membuat prinsip-prinsip ini menghasilkan kekayaan senilai lebih dari seratus juta dolar untuknya.

Mungkin bakal lebih membantu lagi kalau kamu tahu kalau enam langkah yang direkomendasikan di sini sudah diperiksa dengan teliti oleh mendiang Thomas A. Edison, yang memberikan cap persetujuannya bahwa langkah-langkah ini bukan cuma penting buat mengumpulkan uang, tapi juga mutlak diperlukan untuk mencapai tujuan pasti apa pun.

Langkah-langkah ini gak butuh "kerja rodi." Gak butuh pengorbanan juga. Langkah ini gak menuntut kamu buat jadi orang aneh atau gampang percaya gitu aja. Untuk menerapkannya, kamu gak perlu pendidikan yang kelewat tinggi.

Tapi, penerapan enam langkah ini butuh imajinasi yang cukup supaya kamu bisa melihat dan memahami, bahwa mengumpulkan uang gak bisa cuma diserahkan pada nasib, keberuntungan, atau kebetulan.

Kamu harus sadar kalau semua orang yang berhasil mengumpulkan kekayaan besar, awalnya pasti melewati proses bermimpi, berharap, menginginkan, MENGHASRATKAN, dan MERENCANAKAN sebelum mereka bener-bener mendapatkan uang itu.

Kamu juga perlu tahu sekarang juga, kalau kamu gak bakal pernah bisa punya kekayaan melimpah, KECUALI kamu bisa membakar dirimu sendiri dalam HASRAT MEMBARA akan uang, dan benar-benar PERCAYA kalau kamu bakal memilikinya.

Kamu juga harus tahu, dari awal peradaban sampai sekarang, setiap pemimpin besar adalah seorang pemimpi. 

Agama Kristen adalah kekuatan potensial terbesar di dunia saat ini, karena pendirinya adalah seorang pemimpi hebat yang punya visi dan imajinasi untuk melihat realitas dalam bentuk mental dan spiritualnya sebelum diubah ke dalam bentuk fisik.

Kalau kamu gak bisa melihat kekayaan besar di dalam imajinasimu, kamu gak bakal pernah melihatnya di dalam saldo rekening bankmu.

Belum pernah ada dalam sejarah Amerika, peluang emas terbuka lebar bagi para pemimpi praktis seperti sekarang ini. Krisis ekonomi yang berlangsung selama enam tahun terakhir sudah menyetarakan semua orang ke level yang sama. Sebuah kompetisi baru baru saja dimulai.

Taruhannya adalah kekayaan luar biasa yang bakal dikumpulkan dalam sepuluh tahun ke depan. 

Aturan mainnya sudah berubah, karena sekarang kita hidup di DUNIA YANG SUDAH BERUBAH, dunia yang sangat berpihak pada masyarakat luas—mereka yang dulu punya sedikit atau bahkan gak punya kesempatan sama sekali untuk menang selama masa depresi, ketika rasa takut melumpuhkan pertumbuhan dan perkembangan.

Kita yang ikut dalam kompetisi berburu kekayaan ini harusnya merasa bersemangat karena dunia baru tempat kita hidup sekarang menuntut ide-ide baru, cara-cara baru dalam melakukan sesuatu, pemimpin baru, penemuan baru, metode pengajaran baru, metode pemasaran baru, buku baru, literatur baru, fitur-fitur baru buat radio, dan ide-ide baru buat film. 

Di balik semua tuntutan akan hal-hal baru dan lebih baik ini, ada satu kualitas yang wajib dimiliki untuk menang, yaitu KEPASTIAN TUJUAN, pengetahuan tentang apa yang diinginkan, dan HASRAT membara untuk memilikinya.

Depresi bisnis menandai akhir dari satu zaman, sekaligus kelahiran zaman lainnya. Dunia yang sudah berubah ini butuh para pemimpi praktis yang bisa, dan mau mewujudkan impian mereka menjadi tindakan nyata. Para pemimpi praktis ini sudah sejak dulu, dan akan selalu menjadi, para pembentuk peradaban.

Kita yang punya hasrat untuk mengumpulkan kekayaan harus ingat bahwa para pemimpin sejati di dunia ini adalah orang-orang yang selalu memanfaatkan, dan mempraktikkan kekuatan yang gak berwujud dan gak terlihat dari sebuah peluang, lalu mengubah kekuatan tersebut (atau dorongan pikiran) menjadi gedung-gedung pencakar langit, kota-kota, pabrik-pabrik, pesawat terbang, mobil, dan segala bentuk fasilitas yang bikin hidup jadi lebih nyaman.

Toleransi dan pikiran yang terbuka adalah kebutuhan praktis bagi para pemimpi zaman sekarang. 

Mereka yang takut sama ide-ide baru sudah pasti bakal gagal sebelum mereka mulai. Belum pernah ada waktu yang lebih ramah bagi para perintis daripada saat ini. 

Memang sekarang udah gak ada lagi wilayah barat yang liar untuk ditaklukkan seperti di zaman kereta kuda dulu; tapi ada dunia bisnis, finansial, dan industri yang sangat luas yang perlu dirombak dan diarahkan kembali ke jalur yang baru dan lebih baik.

Saat kamu berencana buat mengambil bagianmu dalam kekayaan ini, jangan biarkan siapa pun mempengaruhimu untuk meremehkan seorang pemimpi.

Untuk memenangkan taruhan besar di dunia yang baru ini, kamu harus menangkap semangat para perintis hebat di masa lalu, yang impiannya telah memberikan semua hal berharga bagi peradaban kita. 

Semangat itulah yang menjadi urat nadi negara kita—peluang bagimu dan bagiku untuk mengembangkan dan memasarkan bakat kita.

Jangan lupa, Columbus memimpikan sebuah dunia yang tak dikenal, mempertaruhkan hidupnya demi keberadaan dunia tersebut, dan akhirnya menemukannya!

Copernicus, sang astronom hebat, memimpikan adanya banyak dunia, dan membuktikannya! 

Gak ada yang bisa mencaploknya sebagai orang yang "gak praktis" setelah dia berhasil membuktikannya. Malahan, dunia langsung memuja tempat sucinya, membuktikan sekali lagi kalau "SUKSES GAK BUTUH PERMINTAAN MAAF, GAGAL GAK MENERIMA ALASAN."

Kalau hal yang ingin kamu lakukan itu benar, dan kamu memercayainya, maju terus dan lakukan! Wujudkan impianmu, dan jangan pedulikan apa kata "mereka" kalau kamu sempat mengalami kegagalan sementara. Karena "mereka" mungkin gak tahu kalau SETIAP KEGAGALAN MEMBAWA BENIH KESUKSESAN YANG SEPADAN.

Henry Ford, yang dulunya miskin dan gak berpendidikan, memimpikan sebuah kereta tanpa kuda. 

Dia mulai bekerja dengan alat seadanya, tanpa menunggu peluang yang menguntungkannya datang, dan sekarang bukti dari impiannya itu sudah mengelilingi seluruh bumi. 

Dia berhasil menggerakkan lebih banyak roda daripada siapa pun yang pernah hidup, karena dia gak takut buat mendukung impiannya.

Thomas Edison memimpikan sebuah lampu yang bisa dinyalakan dengan listrik. 

Dia memulainya dari tempat dia berdiri untuk mewujudkan impiannya menjadi tindakan nyata, dan meskipun gagal lebih dari 10 ribu kali kegagalan, dia tetap memegang teguh impian itu sampai dia berhasil mengubahnya menjadi realitas fisik. 

Para pemimpi praktis GAK BAKAL MENYERAH!

Whelan memimpikan jaringan toko cerutu, mengubah impiannya menjadi tindakan, dan sekarang United Cigar Stores menguasai sudut-sudut jalan terbaik di Amerika.

Lincoln memimpikan kebebasan bagi para budak kulit hitam, mewujudkan impiannya menjadi tindakan, dan dia hampir saja tidak sempat melihat wilayah Utara dan Selatan yang bersatu menerjemahkan impiannya menjadi kenyataan.

Wright bersaudara memimpikan sebuah mesin yang bisa terbang di udara. Sekarang kita bisa melihat buktinya di seluruh dunia kalau impian mereka itu sangat masuk akal.

Marconi memimpikan sebuah sistem untuk memanfaatkan kekuatan tak berwujud dari udara. Bukti bahwa dia gak bermimpi sia-sia bisa ditemukan di setiap perangkat nirkabel dan radio di dunia. 

Malahan, impian Marconi berhasil mendekatkan pondok paling sederhana dengan rumah mewah yang paling megah. Impian itu membuat masyarakat dari setiap negara di bumi menjadi tetangga dekat.

Impian itu memberikan Presiden Amerika Serikat sebuah media untuk berbicara kepada seluruh rakyat Amerika sekaligus dalam waktu singkat. 

Mungkin kamu bakal tertarik buat tahu kalau "teman-teman" Marconi sempat menahannya dan memeriksanya di rumah sakit jiwa ketika dia mengumumkan kalau dia sudah menemukan prinsip yang membuatnya bisa mengirim pesan melalui udara, tanpa bantuan kabel atau sarana komunikasi fisik lainnya. 

Para pemimpi zaman sekarang nasibnya jauh lebih baik.

Dunia sudah terbiasa dengan penemuan-penemuan baru. Malahan, dunia sekarang menunjukkan kesediaannya untuk menghadiahi para pemimpi yang memberikan ide baru bagi dunia.

"Pencapaian terbesar, pada awalnya dan untuk beberapa waktu, hanyalah sebuah impian."

"Pohon ek tidur di dalam bijinya; burung menunggu di dalam telurnya; dan dalam visi jiwa yang paling tinggi, sesosok malaikat yang terjaga mulai bergerak. IMPIAN ADALAH BENIH DARI KENYATAAN."

Bangunlah, bangkit, dan tunjukkan dirimu, wahai para pemimpi dunia! 

Bintangmu sekarang lagi bersinar terang. Krisis ekonomi dunia membawa peluang yang sudah lama kamu tunggu-tunggu. Ini mengajarkan orang-orang tentang kerendahan hati, toleransi, dan pikiran yang terbuka.

Dunia sekarang dipenuhi dengan kelimpahan PELUANG yang belum pernah diketahui oleh para pemimpi di masa lalu.

HASRAT MEMBARA UNTUK MENJADI SESUATU, DAN MELAKUKAN SESUATU adalah titik awal yang harus diambil oleh seorang pemimpi. Impian gak lahir dari ketidakpedulian, kemalasan, atau kurangnya ambisi.

Dunia gak lagi mengejek para pemimpi, atau menyebut mereka gak praktis.

Kalau kamu pikir dunia masih kayak gitu, cobalah jalan-jalan ke Tennessee, dan saksikan apa yang dilakukan oleh seorang Presiden yang pemimpi telah lakukan dalam hal memanfaatkan dan menggunakan kekuatan air yang besar di Amerika.

Puluhan tahun yang lalu, impian seperti itu pasti dianggap sebagai sebuah kegilaan.

Kamu mungkin pernah kecewa, kamu mungkin pernah mengalami kekalahan selama masa depresi, kamu mungkin merasa hatimu yang hancur seperti diperas sampai berdarah. 

Kuatkan hatimu, karena pengalaman-pengalaman ini justru telah menempa mental spiritual yang membentuk dirimu—pengalaman itu adalah aset yang nilainya gak ternilai harganya.

Ingat juga, semua orang yang sukses dalam hidup biasanya memulai dengan awal yang buruk, dan melewati banyak perjuangan yang menyakitkan sebelum mereka bener-bener "sampai" di tujuan. 

Titik balik dalam hidup orang-orang yang sukses biasanya datang di momen-momen krisis, di mana mereka diperkenalkan dengan "diri mereka yang lain."

John Bunyan menulis buku Pilgrim's Progress (salah satu karya sastra Inggris terbaik) setelah dia dikurung di dalam penjara dan dihukum berat gara-gara pandangannya tentang agama.

O. Henry menemukan kejeniusan yang tertidur di dalam otaknya setelah dia tertimpa musibah besar dan dikurung di sel penjara di Columbus, Ohio. 

Karena TERPAKSA oleh keadaan, dia akhirnya berkenalan dengan "diri pribadinya yang lain," dan menggunakan IMAJINASI-nya, hingga dia menemukan dirinya sebagai seorang penulis hebat, bukannya seorang kriminal malang dan orang buangan.

Sungguh aneh dan beragam cara hidup ini, dan lebih aneh lagi cara-cara dari Kecerdasan Tanpa Batas, yang kadang-kadang memaksa manusia buat menjalani segala macam hukuman sebelum akhirnya mereka bisa menemukan otak mereka sendiri, dan kemampuan mereka buat menciptakan ide-ide berguna lewat imajinasi.

Edison, penemu dan ilmuwan terbesar di dunia, dulunya adalah seorang operator telegraf "gelandangan", dia gagal berkali-kali sebelum akhirnya dia terdorong untuk menemukan kejeniusan yang tertidur di dalam otaknya.

Charles Dickens memulainya dengan menempelkan label pada wadah semir sepatu. Tragedi cinta pertamanya menembus hingga ke lubuk jiwanya yang paling dalam, dan mengubahnya menjadi salah satu penulis paling hebat di dunia.

Tragedi itu menghasilkan karya pertamanya, David Copperfield, lalu diikuti oleh serangkaian karya lainnya yang bikin dunia ini jadi tempat yang lebih kaya dan lebih baik bagi siapa pun yang membaca buku bukunya.

Kekecewaan dalam urusan cinta biasanya bikin pria lari ke botol minuman dan bikin wanita hancur; padahal ini terjadi karena kebanyakan orang gak pernah belajar seni mengubah emosi terkuat mereka menjadi impian yang sifatnya membangun.

Helen Keller menjadi tuli, bisu, dan buta gak lama setelah dia lahir. Terlepas dari kemalangan terbesarnya itu, dia berhasil menuliskan namanya dengan tinta emas di lembaran sejarah orang-orang hebat. 

Seluruh hidupnya telah menjadi bukti bahwa gak ada orang yang benar-benar kalah sampai kekalahan itu diterima sebagai sebuah kenyataan.

Robert Burns adalah seorang anak desa yang buta huruf, dia dikutuk oleh kemiskinan, dan tumbuh menjadi seorang pemabuk pula. 

Tapi dunia menjadi tempat yang lebih baik karena dia pernah hidup, sebab dia membungkus pikiran-pikiran indahnya ke dalam puisi, dan dengan begitu dia mencabut duri lalu menanam bunga mawar sebagai gantinya.

Booker T. Washington lahir dalam perbudakan, cacat karena ras dan warna kulitnya. Tapi karena dia orangnya toleran, selalu punya pikiran terbuka pada semua hal dan semua topik, serta seorang PEMIMPI, dia berhasil meninggalkan pengaruh baiknya bagi seluruh rasnya.

Beethoven itu tuli, Milton itu buta, tapi nama mereka bakal tetap abadi selama waktu masih berputar, karena mereka bermimpi dan menerjemahkan impian mereka ke dalam pemikiran yang terorganisir.

Sebelum lanjut ke bab berikutnya, nyalakan kembali api harapan, keyakinan, keberanian, dan toleransi di dalam pikiranmu. Kalau kamu punya kondisi mental seperti ini, ditambah pemahaman tentang prinsip-prinsip yang dijelaskan di sini, semua hal lain yang kamu butuhkan bakal datang kepadamu, saat kamu SIAP menerimanya.

Biarkan Emerson menyatakan pemikiran ini lewat kata-katanya: "Setiap pepatah, setiap buku, setiap ucapan yang berguna bagimu untuk bantuan dan kenyamanan pasti bakal datang ke rumahmu lewat jalan yang terbuka atau berliku. 

Setiap teman yang dibentuk oleh keinginan hebatmu pasti bakal datang, dan jiwa yang agung serta lembut di dalam dirimu yang sangat kamu dambakan, akan mendekapmu dalam pelukannya."

Ada perbedaan antara sekadar MENGINGINKAN sesuatu dengan SIAP buat menerimanya. Gak ada orang yang siap menerima sesuatu sampai dia percaya kalau dia bisa mendapatkannya. 

Kondisi mentalnya harus berupa KEYAKINAN, bukan cuma sekadar harapan atau keinginan. Pikiran yang terbuka itu penting banget buat sebuah keyakinan. Pikiran yang tertutup gak bakal bisa memunculkan keyakinan, keberanian, dan kepercayaan.

Ingat, gak butuh usaha lebih keras buat menetapkan target tinggi dalam hidup, buat menuntut kelimpahan dan kemakmuran, daripada usaha yang dibutuhin buat menerima kesengsaraan dan kemiskinan. Seorang penyair hebat telah menyatakan kebenaran universal ini lewat baris-baris puisi berikut:

"Aku menawar dengan Kehidupan untuk sekeping koin,
Dan Kehidupan gak mau membayar lebih,
Padahal aku memohon di malam hari
Saat aku menghitung simpananku yang sedikit..

"Karena Kehidupan adalah majikan yang adil,
Dia memberimu apa yang kamu minta,
Tapi begitu kamu sudah menetapkan upahnya,
Mau gak mau, kamu harus menanggung tugasnya..

"Aku bekerja demi upah seorang pelayan,"

"Hanya untuk belajar, dengan rasa kecewa,
Bahwa upah apa pun yang aku minta dari Kehidupan,
Kehidupan bakal membayarnya dengan senang hati."

HASRAT MENGALAHKAN IBU PERTIWI
Sebagai penutup yang saat untuk bab ini, saya ingin memperkenalkan salah satu orang paling luar biasa yang pernah saya kenal. Saya pertama kali melihatnya dua puluh empat tahun yang lalu, beberapa menit setelah dia lahir. 

Dia lahir ke dunia tanpa ada tanda fisik telinga sama sekali, dan dokter pun mengakui, saat didesak untuk memberikan pendapatnya, kalau anak ini kemungkinan besar bakal tuli dan bisu seumur hidup.

Saya menentang pendapat dokter tersebut. Saya punya hak buat melakukannya, karena saya adalah ayah si anak. Saya pun mengambil keputusan, dan menyampaikan pendapat saya, tapi saya menyatakannya dalam diam, di dalam lubuk hati saya sendiri. 

Saya memutuskan kalau anak saya harus bisa mendengar dan berbicara. Alam boleh saja mengirim anak saya ke dunia tanpa telinga, tapi Alam gak bisa memaksa saya untuk menerima kenyataan dari cacat tersebut.

Di dalam pikiran saya sendiri, saya tahu kalau anak saya pasti bakal bisa mendengar dan berbicara. Gimana caranya? Saya yakin pasti ada jalan, dan saya tahu saya bakal menemukannya. Saya teringat kata-kata dari Emerson yang abadi, "Seluruh jalannya peristiwa berjalan untuk mengajari kita keyakinan. Kita hanya perlu patuh."

Ada panduan bagi kita masing-masing, dan dengan mendengarkan secara saksama, kita bakal mendengar kata yang tepat.

Kata yang tepat itu apa? HASRAT! Lebih dari apa pun, saya MENGHASRATKAN kalau anak saya gak boleh jadi seorang yang tuli dan bisu. Hasrat itu gak pernah surut, bahkan gak pernah berkurang sedetik pun.

Bertahun-tahun sebelumnya, saya pernah menulis, "Satu-satunya batasan kita adalah batasan yang kita buat di dalam pikiran kita sendiri."

Untuk pertama kalinya, saya mulai bertanya-tanya apakah pernyataan itu benar. Di atas tempat tidur di depan saya, ada seorang bayi yang baru lahir, tanpa alat pendengaran alami. Meskipun dia nanti bisa mendengar dan berbicara, dia jelas-jelas bakal cacat seumur hidupnya. Jelas, ini adalah batasan yang gak dibuat oleh si anak di dalam pikirannya sendiri.

Apa yang bisa saya lakukan? Entah bagaimana caranya, saya harus menemukan cara untuk menanamkan ke dalam pikiran anak itu HASRAT MEMBARA saya sendiri, cara dan sarana untuk menyampaikan suara ke otaknya tanpa bantuan telinga. []

*Terjemahan ini dibuat setelah saya membaca buku versi terjemahan bahasa Indonesia, yang ternyata banyak bagian yang kurang enak dibaca sehingga saya kurang bisa memahaminya dengan baik. Jadi saya cari versi original bahasa inggrisnya, lalu saya terjemahkan kembali menggunakan bantuan AI, lalu saya review lagi untuk diedit, agar mudah dipahami oleh semua orang, agar kita semua bisa bebas finansial alias kaya raya.

Tags

Terkini