Begini Strategi Pemerintah RI Kurangi Impor Pupuk Demi Kemandirian Sektor Pertanian

Jumat, 26 Desember 2025 | 20:21:05 WIB
Begini Strategi Pemerintah RI Kurangi Impor Pupuk Demi Kemandirian Sektor Pertanian. (ilustrasi: pixabay)

VINANSIA.COM – Selama lebih dari empat dekade, industri pupuk Indonesia berjalan dengan kapasitas yang relatif stagnan. Sejak awal 1980?an, tidak ada pembangunan pabrik pupuk baru yang signifikan.

Pabrik-pabrik lama tetap beroperasi, tetapi keterbatasan kapasitas dan teknologi yang semakin tertinggal membuat produksi domestik tidak mampu mengejar kebutuhan nasional.

Akibatnya, ketergantungan pada impor pupuk terus meningkat, menimbulkan beban besar bagi neraca perdagangan sekaligus mengurangi kemandirian sektor pertanian.

Kebangkitan Baru: Pabrik Urea di Fakfak

Era baru dimulai pada 2023, ketika pemerintah meluncurkan proyek pembangunan pabrik pupuk urea berskala besar di Fakfak, Papua Barat.

Pabrik ini bukan sekadar fasilitas produksi, melainkan simbol kebangkitan industri pupuk nasional. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di kawasan timur Indonesia, proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat pasokan pupuk domestik.

Pabrik NPK Nitrat Pertama di Indonesia

Langkah berikutnya terlihat pada akhir 2025, ketika pemerintah memulai pembangunan pabrik NPK Nitrat pertama di Indonesia.

Berlokasi di Kawasan Industri Kujang, Cikampek, Jawa Barat, pabrik ini dirancang dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2027.

Kehadiran pabrik ini sangat strategis karena selama ini kebutuhan NPK Nitrat nasional banyak dipenuhi dari impor, dengan volume sekitar 450 ribu ton per tahun.

Pemerintah tidak berhenti di situ. Hingga 2029, direncanakan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru dengan total anggaran sekitar Rp50 triliun. Investasi besar ini menunjukkan komitmen serius untuk memperkuat kemandirian industri pupuk nasional.

Konteksnya memang mendesak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2024 Indonesia masih mengimpor sekitar 7,52 juta ton pupuk. Angka ini mencerminkan betapa besar kesenjangan antara produksi domestik dan kebutuhan nasional.

Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Strategi pemerintah dalam mengurangi impor pupuk dapat dilihat sebagai bagian dari agenda besar industrialisasi dan kemandirian ekonomi. Dengan membangun pabrik baru, pemerintah berupaya menciptakan rantai pasok yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dari sisi ekonomi, pembangunan pabrik pupuk domestik akan memberikan multiplier effect yaitu lapangan kerja baru, peningkatan aktivitas ekonomi lokal, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Namun, tantangan tetap ada. Pembangunan pabrik pupuk membutuhkan waktu, biaya, dan koordinasi lintas sektor. Pemerintah harus memastikan proyek berjalan sesuai jadwal dan distribusi pupuk ke petani efisien agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

Ke depan, strategi pengurangan impor pupuk ini akan menjadi ujian bagi kemampuan Indonesia dalam mewujudkan kemandirian industri.

Jika berhasil, Indonesia tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada pasar global, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Tags

Terkini

Harga Bitcoin Merosot Terus, Apa Penyebabnya?

Minggu, 01 Februari 2026 | 18:52:49 WIB

Kevin Warsh dan Bitcoin

Sabtu, 31 Januari 2026 | 22:27:16 WIB

Kenapa Donald Trump Ngotot Jadikan AS Pusat Kripto Dunia?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:25:23 WIB