VINANSIA.COM – Siapa di sini yang suka traveling atau sering bolak-balik antarkota pakai shuttle bus? Kalau kamu salah satunya, pasti sudah tidak asing lagi dengan White Horse atau DayTrans.
Nah, di balik nama besar PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA), ada satu sosok anak muda yang lagi jadi perbincangan hangat di kalangan investor dan pengamat industri: Andrianto Putera Tirtawisata.
Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan cowok kelahiran Jakarta, 11 Desember 1982 ini, yang sekarang resmi menakhodai WEHA sebagai Direktur Utama!
Darah Entrepreneur dari Dinasti Pariwisata
Lahir di tengah keluarga besar Tirtawisata, Andrianto bisa dibilang memang "ditakdirkan" untuk mengurus bisnis transportasi dan pariwisata. Buat kamu yang belum tahu, sang kakek, Adhi Tirtawisata, adalah legenda industri pariwisata Indonesia yang mendirikan Panorama Group dari nol.
Menjadi generasi ketiga dalam dinasti bisnis raksasa tentu punya beban tersendiri. Namun, alih-alih langsung duduk manis di kursi empuk, Andrianto memilih buat membuktikan kapasitasnya.
Ia bergabung di WEHA sejak 2018 sebagai Business Development Director. Di posisi inilah ia belajar "babak belur" di lapangan, memahami seluk-beluk rute, hingga membaca kemauan pasar yang dinamis.
Modal Ilmu dari Negeri Paman Sam
Gaya kepemimpinan Andrianto yang taktis dan analitis ternyata punya modal kuat. Ia adalah lulusan dari University of San Francisco, Amerika Serikat, dengan menyabet dua gelar sekaligus (double degree), yaitu Bachelor of Business Administration dan Bachelor of Economics.
Nggak heran, kalau kita lihat cara dia mengambil keputusan, kombinasi ilmu makro-mikro ekonomi dan administrasi bisnisnya sangat terasa. Andrianto tahu betul kapan harus ngegas ekspansi armada, dan kapan harus ngerem belanja modal biar arus kas perusahaan tetap sehat walafiat.
Tangan Dingin yang Bikin WEHA Makin "Digital"
Apa sih yang bikin gaya kepemimpinan Andrianto ini menarik banget buat diulas? Jawabannya: Adaptabilitas. Di bawah komandonya, WEHA dibawa berlari menuju transformasi digital.
Dulu, sewa bus pariwisata atau pesan kursi shuttle mungkin ribet. Sekarang? Di tangan Andrianto, sistem pemesanan online DayTrans dan White Horse terus di-upgarde biar makin seamless dan ramah milenial maupun Gen Z. Dia paham betul kalau konsumen zaman sekarang itu anti-ribet dan pengen semuanya beres lewat smartphone.
Nggak cuma jago kandang di layanan konsumen retail, Andrianto juga sukses mengamankan kontrak-kontrak kakap dengan korporasi besar, sektor oil & gas, hingga institusi pendidikan. Layanan sewa kendaraan jangka panjang (b2b) ini sukses jadi mesin pencetak cuan yang stabil (recurring revenue) buat WEHA.
Mengintip Masa Depan: Mulai Lirik Bus Listrik!
Satu lagi yang bikin kagum, Andrianto punya visi jangka panjang yang keren. Sadar kalau isu lingkungan lagi seksi dan harga BBM sering fluktuatif, ia sudah mulai melakukan uji coba (trial) penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle) untuk lini armada antarkota.
Langkah ini jadi bukti kalau di bawah kepemimpinannya, WEHA nggak cuma mikirin profit hari ini, tapi juga keberlanjutan bisnis di masa depan.